Rumor Jejaring Sosial Picu Kepanikan di India
Senin, 20 Agustus 2012 | 7:16
Seorang pelajar Islam membawa plakat di sebuah stasiun kereta api di Bangalore, mendesak masyarakat agar jangan panik. [AFP] [NEW DELHI] India
menuding Pakistan menyebarkan rumor atau desas-desus melalui jejaring sosial,
yang menyebabkan ribuan pekerja migran lari dari kota-kota di India selatan.
Pesan yang
disebar-luaskan lewat SMS dan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook itu
memperingatkan bahwa orang-orang yang berasal dari India timur laut akan
menjadi sasaran serangan pembalasan oleh kelompok-kelompok Muslim, menyusul
kekerasan baru-baru ini antara umat Muslim dan komunitas penduduk asli di
negara bagian Assam.
Rumor itu menebar kepanikan luas, dengan puluhan-ribu orang yang tinggal di
Bangalore, Chennai, dan Mumbai kembali ke tempat asal mereka di negara-negara
bagian timur laut seperti Assam dan Manipur.
Pihak
berwenang India mengatakan, desas-desus itu bermula dari beberapa website di
Pakistan.
Pakistan membantah tuduhan itu.
Ratusan ribu
orang dari kawasan India timur laut yang
terpencil, pindah ke kota-kota di
selatan untuk bekerja dan memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih baik.
Mereka
kebanyakan melakukan pekerjaan rendahan, atau melanjutkan studi.
Kepanikan
jejaring sosial itu merebak setelah bentrokan dengan kekerasan antara umat
Muslim dan suku minoritas Bodo di India timur laut. [ABC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
