SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Rumor Jejaring Sosial Picu Kepanikan di India
Senin, 20 Agustus 2012 | 7:16

Seorang pelajar Islam membawa plakat di sebuah stasiun kereta api di Bangalore, mendesak masyarakat agar jangan panik. [AFP] Seorang pelajar Islam membawa plakat di sebuah stasiun kereta api di Bangalore, mendesak masyarakat agar jangan panik. [AFP]

[NEW DELHI] India menuding Pakistan menyebarkan rumor atau desas-desus melalui jejaring sosial, yang menyebabkan ribuan pekerja migran lari dari kota-kota di India selatan.

Pesan yang disebar-luaskan lewat SMS dan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook itu memperingatkan bahwa orang-orang yang berasal dari India timur laut akan menjadi sasaran serangan pembalasan oleh kelompok-kelompok Muslim, menyusul kekerasan baru-baru ini antara umat Muslim dan komunitas penduduk asli di negara bagian Assam.

Rumor itu menebar kepanikan luas, dengan puluhan-ribu orang yang tinggal di Bangalore, Chennai, dan Mumbai kembali ke tempat asal mereka di negara-negara bagian timur laut seperti Assam dan Manipur. Pihak berwenang India mengatakan, desas-desus itu bermula dari beberapa website di Pakistan.

Pakistan membantah tuduhan itu. Ratusan ribu orang dari kawasan India timur laut  yang terpencil,  pindah ke kota-kota di selatan untuk bekerja dan memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih baik.

Mereka kebanyakan melakukan pekerjaan rendahan, atau melanjutkan studi. Kepanikan jejaring sosial itu merebak setelah bentrokan dengan kekerasan antara umat Muslim dan suku minoritas Bodo di India timur laut. [ABC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN