Roy Jeconiah Gaet Ivan dengan RI-1
Senin, 16 April 2012 | 11:22
Roy Jeconiah [SP/Fuska Sari Evani] [YOGYAKARTA] Lantaran sudah tercium media, Roy Jeconiah
mengaku harus ngebut mewujudkan
persatuannya dengan John Paul Ivan yang mendahuluinya keluar dari Boomerang
delapan tahun lalu.
“Tidak ada yang aneh, pokoknya saya harus berbuat sesuatu
dan Ivan ternyata menyanggupinya. Maka, kami berdua akan berangkat bersama
dengan kendaraan berbeda, bukan Boomerang lagi,” katanya.
Muncul ide dari Roy bahwa band barunya nanti bernama RI-1
yang merupakan singkatan dari Roy-Ivan ber-Satu.
Pria bernama lengkap Roy Jeconiah Isoka Wurangian yang
ditemui saat pembukaan pameran lukisan karya sahabatnya, Khadir
Supartini di Yogyakarta, baru-baru ini menegaskan, dua tahun lalu dia
memutuskan keluar dari Boomerang, namun tetap berdiri dengan musik rock.
“Buat saya, harus melakukan sesuatu, karena itu saya sedang
menggarap single yang belum rampung.
Tapi setelah ketemu Ivan, saya mantap berjalan berdua,” ujarnya.
Roy pun tak menampik, lantaran sudah tersebar ke media, dia
lalu berusaha sekuat tenaga mewujudkan RI-1 itu. “Ya saya lantas cepat-cepat
telepon Ivan, dan kami sesegera mungkin memprosesnya. Ivan sudah punya lagu
buat kami. Tapi ya memang belum ada judulnya,” ujar suami Precillya Grace
Tulelenan itu.
Tanpa ragu, Roy yang dengan sukarela meluangkan waktu buat
sahabatnya itu menyebutkan dua judul lagu yang akan menghantarkan RI-1 yakni Gitar Tua dan Sang Saka Merah Putih. “Ini bukan untuk nabrak Boomerang, karena
separuh nyawa saya di situ. Tetapi saya tetap ingin berbuat,” katanya yakin.
Kepada wartawan, Roy pun menyebutkan, sebagai musisi, dia
tidak ingin jualan kritik sosial. Meski banyak musisi populer lantaran kritik,
bagi Roy, apa yang dia tuangkan dalam semua liriknya adalah kehidupan nyata.
“Saya tidak suka politik, dan tidak tahu politik. Semua lagu saya, ya apa yang
ada di masyarakat. Kalau ada yang bilang itu kritik sosial, ya kebetulan saja
dan saya tidak mau mengada-ada,” ujarnya.
Bagi Roy, menciptakan sebuah lagu, komponen terbesarnya
adalah apa yang dirasakan. “Kalau masyarakat di sekeliling kita mengeluh
sengsara, ya otomatis apa yang kami suarakan tidak jauh dari itu,” ujarnya.
Terkait kendaraan barunya, Roy tidak mau berandai-andai
major label mana yang akan bersedia. Baginya memang saat ini, label besar bagaikan
industri yang juga terjerat pasar.
“Sayang, karena sekarang banyak musik rock indi yang
bagus-bagus tapi tidak diberi kesempatan. Karena itu, saya dan Ivan sudah
menggaet seorang sahabat yang mahir di bidang rekaman studio,” ujarnya.
Roy berharap, musik rock Indonesia berjaya lagi di
tengah hantaman trend musik Korea Selatan dan Amerika. “Ya musik rock sempat
tenggelam, karena itulah kemunculan RI-1 itu dan kemarin sudah dimulai Jamrud
Rebound, musik rock Indonesia akan kembali,” ujar Roy. [152]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
