SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 24 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Ricuh Saat Jual BB Murah, Manajemen RIM Harus Tanggungjawab
Senin, 28 November 2011 | 14:55

Antrean panjang untuk membeli BlackBerry Bellagio di Pacific Place [indopacific] Antrean panjang untuk membeli BlackBerry Bellagio di Pacific Place [indopacific]

[JAKARTA] Penetapan tersangka kasus ricuh antrean Blackberry murah di Pacific Place, Jakarta Selatan, jangan hanya diberlakukan pada level bawah manajemen Research in Motion (RIM) sebagai produsen BlackBerry.  

Kepolisian harus bisa menyeret status tersangka manajemen dari level paling atas karena keputusan menjalankan marketing berada pada level tersebut. Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menjelaskan, produsen BlackBerry gagal menjalankan marketing yang baik sehingga berujung pada jatuhnya korban luka.  

Manajemen RIM harus bertanggung jawab tidak hanya dari sisi perdata tetapi juga dari sisi pidana karena telah melakukan kelalaian dan keteledoran. “Penetapan tersangka yang dilakukan kepolisian merupakan langkah yang tepat. Namun, polisi juga jangan hanya bisa menetapkan tersangka dari level bawah, tetapi harus mulai dari level yang paling atas,” kata Tulus, Senin (28/11).  

Tulus menegaskan, jangan sampai yang dijadikan tersangka merupakan pejabat atau petugas kecil yang berada di lapangan. Karena berhubungan dengan konsumen, pihaknya akan terus memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan kepolisian.  

Dijelaskannya, pemberian kompensasi penuh terhadap seluruh korban yang terluka juga wajib dilakukan RIM selaku produsen. “Sebagai perusahaan multinasional, manajemen RIM gagal membaca perilaku pasar. Gagal karena konsumen Indonesia sangat sentitif terhadap harga. Dalam kasus ini, RIM juga harus memberikan kompensasi penuh kepada konsumen,” tegas Tulus.  

Dalam peristiwa tersebut, Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Selatan telah menetapkan seorang tersangka dari pihak panitia penyelenggara. Tersangka berinisial E dari pihak panitia penyelenggara atau event organizer (EO) yang dianggap lalai sehingga menyebabkan orang lain terluka.  

“Tersangka berinisial E dari pihak panitia.Tapi, kemungkinan tersangka akan bertambah. Kami masih mendalami karena kasus tersebut melibatkan banyak pihak,” kata Kapolres Jaksel Kombes (Pol) Imam Sugianto.

Kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah mengingat acara melibatkan beberapa pihak seperti Research in Motion (RIM) sebagai produsen BlackBerry, Event Organiser (EO),  pemilik gedung (Pacific Place) dan security gedung.

Pasca peristiwa, jumlah saksi yang sudah diperiksa sebanyak 10 orang dan untuk tersangka E, dijerat pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain menjadi korban.  

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat berdesak-desakan antre BlackBerry Bold 9790 di Lobi Utara Mal Pacific Place (PP), Jakarta Selatan, tiga orang mengalami patah tulang dan puluhan lainnya pingsan karena terhimpit, Jumat (25/11) siang.

Untuk menghindari bertambahnya jumlah korban, Polres Jakarta Selatan terpaksa membubarkan penjualan perdana gadget tersebut.  [Y-7]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»