SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 1 September 2014
Pencarian Arsip

PT Ghalia Diduga Penyebab Keterlambatan Ujian Nasional
Kamis, 18 April 2013 | 6:55

Polisi mengawal naskah ujian nasional (UN) yang akan dikirim ke sekolah-sekolah. [Google] Polisi mengawal naskah ujian nasional (UN) yang akan dikirim ke sekolah-sekolah. [Google]

[DENPASAR] Percetakan PT  Ghalia Indonesia Printing, yang mencetak naskah Ujian Nasional (UN) SMA/MA, SMA Luar Biasa, SMK, dan Pendidikan Kesetaraan Paket C, untuk 11 provinsi di Indonesia, benar-benar kurang siap.

Perusahaan ini bisa dibilang tidak becus dalam bekerja dan sebagai penyebab keterlambatan atau amburadulnya pelaksanaan UN tahun 2013.

Ini bisa dibuktikan, dimana sebagian besar naskah UN  yang tiba di Bali  dalam kondisi belum dilabelisasi. 

Artinya, paket naskah soal UN itu belum ditulisi sama sekali nama sekolah-sekolah yang siswa-siswanya terdaftar sebagai peserta UN.

Mungkin karena dikejar waktu atau terburu-buru,  pihak percetakan pun baru bisa melakukan proses labelisasi di gudang penyimpanan naskah UN, yang kebetulan bertempat di Auditorium Widyasabha Universitas Udayana (Unud) Kampus Bukit Jimbaran, Bali.


Bikin Pusing

Koordinator TKP UN SMA/MA, SMA Luar Biasa, SMK dan Pendidikan Kesetaraan Paket C Provinsi Bali, Prof Dr dr I Made Bakta, SpPD(KHOM) didampingi Sekretaris I Wayan Antara, S.E, MM  pada Rabu  (17/4), mengaku sangat menyesalkan kelambanan kinerja pihak percetakan.

Sebab, dengan  proses labelisasi  yang baru dilakukan di gudang penyimpanan, secara otomatis proses verifikasi dan pendistribusian naskah UN ke kabupaten/kota juga tertunda.

Ironisnya lagi, sampai berita ini ditulis pihaknya belum menerima naskah UN dalam kondisi lengkap. Padahal, seluruh naskah UN paling lambat sudah harus didistribusikan ke kabupaten/kota, Rabu (17/4) pagi ini. '

'Kami benar-benar dibuat pusing tujuh keliling dengan kinerja percetakan yang amburadul seperti ini,'' katanya.

Bakta menegaskan, pihaknya tidak mau menandatangani berita acara serah terima naskah UN yang kondisinya belum lengkap.

Sebelum labelisasi dituntaskan, pihaknya tidak akan membubuhkan tanda tangan. Pihaknya tidak mau disalahkan jika nantinya ada naskah soal yang kurang lengkap, tertukar, dan sejenisnya gara-gara ketidakbecusan kinerja percetakan. 

''Ada kesan percetakan memang kurang siap. Biasanya, kami sudah menerima paket soal yang sudah langsung dilabelisasi dari percetakan, sehingga proses verifikasi bisa dilakukan dengan cepat,'' ujarnya seraya mengatakan seluruh naskah yang sudah diterima sudah harus didistribusikan ke kabupaten/kota paling lambat Rabu (17/4) hari ini karena UN akan dilaksanakan Kamis (18/4).   

Dari pantauan SP, distribusi soal Ujian Nasional (UN) yang seharusya Rabu (17/4) sudah rampung, tertunda hingga berjam-jam lamanya. Bahkan sejumlah sekolah hingga petang kemarin belum mendapatkan soal. Sementara naskah untuk Denpasar sudah habis.

"Sampai saat ini pendistribusian soal UN belum lengkap. Ada tiga sekolah yang belum mendapatkan naskahnya," kata Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikpora Denpasar, I Wayan Supratha. [137]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»