SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip

PT Freeport Tawarkan Kenaikan Upah
Selasa, 8 November 2011 | 8:47

Ribuan karyawan PT  Freeport Indonesia mulai turun dari Greesberg, Rabu (15/9) sekitar pukul 09.00 WIT. Tampak mereka melewati Gorong-gorong atau terminal kedatangan untuk menuju Kota Timika, Papua. (Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi)
Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia mulai turun dari Greesberg, Rabu (15/9) sekitar pukul 09.00 WIT. Tampak mereka melewati Gorong-gorong atau terminal kedatangan untuk menuju Kota Timika, Papua. (Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi)

[JAYAPURA] Manajemen PT Freeport Indonesia mulai melunak. Mereka menawarkan kenaikan upah bagi karyawan perusahan tersebut dari 30 persen  menjadi 35 persen. Meskipun tawawaran tersebut belum diterima oleh Serika PEkerja Kimia Freeport Indonesia (PUKSPK FI).

“Tapi kami belum mau menerima tawaran tersebut,” kata Ketua Bidang Unit Kerja PUKSPK FI Virgo Solossa  saat dihubungi SP, Selasa (8/11) pagi.

Dikatakan,  perundingan  dalam suasana cukup baik dan dihadiri Presiden Direktur Armando Mahler. Kedua belah pihak memiliki keinginan bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini.  "Penawaan kami sudah bergerak turun sampai 4 dolar per jam atau 87 persen.  Awalnya karyawan meminta kenaikan gaji antara 17,5 dollar AS sampai 43 dollar AS perjam. Karena saat ini gaji pekerja hanya 2,1 dollar AS sampai 3,5 dollar AS perjam. Di Amerika Serikat gaji pekerja Freeport 30 dollar AS sampai 230 dollar AS. Sekarang gaji kita tiap dua tahun hanya naik 0,4 dollar AS perjam. Padahal, perusahaan ini menyumbang 50 persen dari total pendapatan seluruh perusahaan Freeport. Tapi gaji kita paling rendah di dunia," ujarnya.

Freeport Indonesia merupakan penanaman modal asing pertama di Indonesia setelah merdeka. Dalam sejarah pembayaran pajak perusahaan asing, Freeportlah pembayar pajak terbesar di Indonesia. Keuntungan yang diperoleh Freeport dari hasil eksplorasi emas, tembaga dan jenis tambang lainnya dari hari ke hari juga terus meningkat.

Menurut Kontrak Karya kedua antara pemerintah Indonesia dan PT Freeport yang berlaku sejak Desember 1991 sampai sekarang, kontribusi PT. Freeport Indonesia kepada pemerintah Republik Indonesia sebesar lebih dari 12 miliar dollar atau sebesar Rp 108 triliun per tahun.

Walau PT Freeport Indonesia terus meraup untung setiap hari, tapi pendapatan karyawannya sangat rendah dan tidak ada upaya peningkatan kesejahteraan karyawan. Dari sekian perusahaan Freeport dalam Group Freeport Mc Moran yang ada di Afrika, Amerika Selatan dan Amerika Utara, gaji karyawannya mencapai 30 dollar AS sampai 230 dollar AS perjam.

Sedangkan gaji karyawan PT. Freeport Indonesia yang ada di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, hanya 2,1 dollar AS sampai 3,5 dollar AS perjam.

Seorang karyawan Frans M. Wonmaly mengatakan, ribuan karyawan yang tergabung dalam SPSI PT. FI pimpinan Sudiro akan terus melakukan mogok kerja, hingga manajemen memenuhi tuntutan penyesuaian gaji perjam, karena sebagai pekerja mereka sudah tahu berapa produksi yang dihasilkan perusahaan, sangat jauh dari standar gaji yang diterima karyawan.

“Saya sudah grade 3, hanya menerima Rp 7 juta per bulan. Tapi kalau saya cuti, saya bisa hanya dapat sekitar Rp 3 jutaan. Namun manajemen selalu menyatakan ke pihak luar gaji kami Rp 17 jutaan perbulan," ucapnya. [154]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»