SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip

Prototipe E-voting BPPT Berhasil Disimulasi
Kamis, 22 September 2011 | 8:06



[JAKARTA] Pemilihan umum (pemilu) secara elektronik (e-voting) merupakan pilihan yang inovatif untuk melaksanakan pilar demokrasi dan mampu mengatasi masalah seperti pengelembungan suara, sengketa seperti pemilu sebelumnya.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berperan sebagai lembaga intermediasi teknologi e-voting ikut berupaya menciptakan agar dari sisi teknologi penerapan e-voting secara nasional dapat berjalan lebih efisien, transparan dan akuntabel.

Untuk mendukung e-voting, program e-KTP yang menjadi rujukan data kependudukan tunggal harus dimiliki seluruh penduduk Indonesia. Kementerian Dalam Negeri pun memastikan e-KTP bisa rampung akhir tahun 2012.

Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar mengatakan tata cara pemilu e-voting di Indonesia berbeda dengan e-voting di India ataupun Korea. Untuk itu, BPPT bersama Institut Teknologi Bandung dan sejumlah perguruan tinggi terkait terus mengembangkan prototipe e-voting yang bisa diadopsi untuk pemilu elektronik di Indonesia.

BPPT pun lanjutnya, saat ini telah menciptakan prototipe yang sudah diuji coba atau simulasikan di sejumlah daerah. "Pandeglang, Tangerang Selatan, Banda Aceh, Tegal, Pekalongan dan Pasuruan sudah diuji cobakan dan disosialisasikan e-voting," katanya di sela dialog nasional inovasi e-voting, di Jakarta, Rabu (21/9).

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Hammam Riza mengungkapkan simulasi e-voting sebagai upaya untuk sosialisasi, edukasi perangkat pemilu elektronik yang bekerja berdasarkan direct ditigal recording.

Hammam menjelaskan satu prototipe e-voting BPPT dibuat dengan biaya Rp 5-7 juta per alat. "Jika satu tempat pemungutan suara (TPS) ada 3 bilik maka butuh 3 alat. Namun sekalipun 1TPS berisi 400-500 pemilih berdasarkan simulasi, satu orang membutuhkan waktu kurang dari 2 menit. Nantinya ada kertas kecil yang diprint lalu dimasukan ke kotak suara sebagai bukti," ucapnya.

Dalam pelaksanaan e-voting ada empat faktor yang mendukung penerapannya yakni kesiapan teknis atau alat, penerimaan masyarakat, aspek politis dan hukum. Namun dukungan aspek politis dan hukum ini  belum maksimal, UU Pemilu pun masih proses revisi.

Kepala Program e-voting BPPT Andrari Grahitandaru menyatakan secara teknis sesungguhnya alat e-voting sudah siap ditandai adanya prototipe yang bahkan sudah diakui Badan Sandi Negara atas jaminan prosedur keamanan alat yang berstandar internasional dan diakui dalam standar nasional Indonesia.

Ia mengungkapkan e-voting menawarkan sejumlah keunggulan dibanding pemilu konvensional. "Keunggulannya yakni akurasi, demokratis, rahasia, perhitungan hasil lebih cepat, transparan dan biayanya sangat efisien," ujarnya. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN