Produksi Migas Indonesia Semakin Menurun
Kamis, 6 Oktober 2011 | 10:02
(dari kiri ke kanan) Ketua Panitia HUT MMI Vinny Gemilia, Ketua Harian KMI Herry Putranto menyerahkan secara simbolik beasiswa bagi mahasiswa S1[SP/Hendro Situmorang]
[JAKARTA] Produksi industri minyak dan gas
bumi (migas) di Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini cenderung menurun.
Untuk itulah, masalah produksi migas sebagai menjadi masalah krusial untuk
terus didiskusikan dengan berbagai pihak dan berbagai disiplin ilmu, sehingga
bisa mendapatkan strategi dan solusinya secara lebih komprehensif.
Untuk itu Milis Migas Indonesia (MMI) dan
Komunitas Migas Indonesia (KMI), mengelar seminar yang membahas masalah produksi
migas, mulai dari membahas tender migas sampai pada upaya percepatan produksi.
Menurut, Ketua Panitia HUT MMI dan KMI
Vinny Gemilia kali acara seminar bertema “Menatap Masa Depan Produksi Migas
Indonesia” sekaligus pemberian apresiasi penghargaan bagi para insan migas di
Indonesia melalui KMI Award. Acara ini sekaligus merayakan 10 tahun Milis Migas
yang selama ini telah berperan sebagai media pertukaran informasi para insan
migas yang akan berlangsung pada Kamis (6/10) O2011, bertempat di Ballroom XXI
Djakarta Theatre.
”Kecenderungan turunnya produksi Migas
tentunya akan berpengaruh terhadap penerimaan negara dan struktur APBN serta
keamanan pasokan energi (migas) domestik. Banyak faktor yang menyebabkan
penurunan produksi ini diantaranya adanya laju penurunan alamiah produksi
yang terkategori tinggi yakni 12% karena kondisi lapangan yang tua, minimnya
investasi eksplorasi untuk menemukan cadangan baru, masalah perijinan lahan,
permasalahan dalam manajemen proyek,” katanya di Jakarta, Rabu (5/10).
Sementara itu, Ketua Harian KMI, S. Herry
Putranto mengatakan, KMI bertujuan untuk memberikan sumbangsih berupa
masukan-masukan kepada kepada pemerintah dalam mengelola sumber daya alam
(migas) yang lebih baik.
“Ini bentuk kontribusi KMI untuk membangun
Indonesia lebih baik, khususnya industri migas,” tutur Herry Putranto.
Untuk penghargaan atau KMI Award 2011,
akan diberikan pada tokoh yang berperan penting dalam kemajuan industri migas,
dengan mengambil beberapa unsur baik dari pemerintah, perusahaan migas maupun
masyarakat. Pemilihan atau voting dilakukan dengan melibatkan sekitar 15.000
anggota milis (online) profesional migas Indonesia.
Disebutkan, penghargaan tertinggi KMI
Award 2011 akan diberikan kepada, mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, atas
jasa-jasanya sebagai tokoh penting dan penentu kebijakan industri migas
nasional delapan tahun terakhir. [H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
