SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Raih Medali Emas Di EEYI Malaysia

Prihatin Akan Maraknya Kasus Perkosaan, Siswa SMP Bikin Sepatu Listrik
Senin, 13 Mei 2013 | 19:09

Sepatu anti kekerasan seksual karya Hibar Syahrul Gafur (14), siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Bogor. [Google] Sepatu anti kekerasan seksual karya Hibar Syahrul Gafur (14), siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Bogor. [Google]

[BOGOR] Hibar Syahrul Gafur (14), siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Bogor meraih medali emas dalam kompetisi International Exhibition of Young Investor (IEYI), yang dilaksanakan di Malaysia, dengan karya ciptaannya sepatu listrik anti pelecehan seksual.

"Inspirasi awal datang dari seringnya pemberitaan kasus perkosaan dan pelecehan seksual di Indonesia dan juga di India. Saya prihatin melihatnya, jadi timbul ide membuat sesuatu untuk melindungi perempuan dari kejahatan pelecehan seksual," kata Hibar saat ditemui di sekolahnya SMPN 1 Kota Bogor Jawa Barat, Senin (13/5).

Siswa berperawakan kurus tinggi ini menuturkan, saat ide pembuatan sepatu listrik muncul, ia langsung mendiskusikannya dengan guru pembimbing ekstra kurikuler fisika yang ditekuninya.

Ide Hibar langsung disambut antusias sang guru bernama Warsito, yang mendampinginya membuat sepatu anti pelecehan seksual.

"Awalnya bukan sepatu semacam celana dalam atau bra. Tapi setelah dikaji-kaji ternyata tidak terlalu aman, hingga akhirnya dipilih sepatu," kata Hibar.

Hibar dibantu gurunya merangkai elektroda listrik yang akan dipasang pada sepatu "anti pelecehan seksual".

Selama kurang lebih dua minggu, Hibar dibantu gurunya menemukan rangkaian listrik untuk dipasangkan ke sepatunya.

"Kesulitanya itu untuk mengisi daya listriknya supaya bisa nyetrum, perubahan arus searah dan arus bolak balik itu yang sulit," katanya.

Setelah menemukan rangkaian listriknya Hibar lalu memulai merancang jenis sepatu yang akan dipasangkan aliran listrik sebagai anti pelecehan seksual.

Untuk membuat sepatu Hibar mendatangi pengrajin sepatu di wilayah Ciomas. Berbekal model sepatu milik sang kakak menjadi contoh sepatu anti pelecehan seksual milik Hibar.

Setelah karyanya selesai karya bungsu dari dua bersaudara itu sempat diikutkan dalam kompetisi tingkat nasional.

"Tapi justru di tingkat nasional karya Hibar ini tidak mendapat juara," kata Budiman BW wakil kepala sekolah SMPN 1 Kota Bogor.

Meski tidak menang di tingkat nasional karya Hibar mendapat kesempatan untuk ikut dalam kompetisi IEYI ke-9 yang dilaksanakan di Malaysia.

Dalam ajang IEYI di Malaysia karya Hibar berhasil meraih emas untuk kategori Safety and Health.

"Ini menjadi kebanggan untuk kami sekolah kami dapat mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional," kata Budiman.

Menurut Budiman Hibar merupakan siswa berprestasi yang memiliki kegemaran terhadap pelajar eksat.

Hibar merupakan bungsu dari dua bersaudara, anak pasangan Kopral Jamaluddin dan Sri Hendrayanti.

Hibar merupakan siswa yang berasal dari kalangan orang tua sederhana dari bapak anggota Pusdikzi dan ibu rumah tangga.

Kakak perempuannya yang telah lulus SMK bekerja di sebuah pabrik. Hibar juga penerima beasiswa berprestasi dan beasiswa untuk siswa kurang mampu. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»