Presiden Uni Eropa Serukan Boikot Piala Eropa 2012 di Ukraina
Senin, 7 Mei 2012 | 9:14
mantan PM Ukraina Yulia Tymoschenko [Reuters] Menjelang pembukaan
kompetisi sepak bola Piala Eropa,
para pemimpin Uni Eropa terus meningkatkan tekanan politik terhadap
Ukraina, terkait kasus penahanan Tymoschenko.
Presiden Komisi Uni Eropa, Jose Manuel Barroso mengangkat tema boikot Piala
Euro 2012 di Ukraina pada rapat mingguan petinggi Eropa.
Ia mengatakan, tidak akan menonton pertandingan yang digelar di Ukraina.
"Sikap ini terkait keprihatinan atas perlakuan terhadap mantan PM Yulia
Tymoschenko di dalam tahanan Ukraina", ujar Barroso di Brussels, baru-baru
ini.
Guliran bola salju aksi boikot terhadap even sepak bola terbesar Eropa yang
akan digelar di Ukraina, dimulai oleh Jerman.
Kanselir Angela Merkel menyatakan
mempertimbangkan tidak akan menghadiri acara pembukaan di Ukraina.
Sebelumnya, Presiden Joachim Gauck sudah menyatakan membatalkan kehadirannya
dalam sebuah acara di Yalta.
Tetapi timnas sepak bola Jerman akan menggelar seluruh laga babak penyisihan
grup melawan Belanda, Portugal, dan Denmark di Ukraina.
Terkait isu itu, seorang anggota parlemen dari Partai Liberal Jerman,
Patrick Meinhardt menyerukan, agar pertandingan final dipindah dari Kiev ke
Warsawa.
Polandia merupakan penyelenggara lainnya dari kejuaraan Piala Euro
2012.
Juru Bicara Presiden Dewan Uni Eropa, Herman van Rompuy mengatakan, politisi
puncak Eropa itu tidak akan menonton laga sepak bola Piala Euro 2012 di
Ukraina.
Sebagai reaksi atas sentimen negatif itu, pemerintah di Kiev mengeluarkan
pernyataan (3/5), bahwa politisasi kejuaraan Piala Euro 2012 bersifat
destruktif dan akan memicu kerugian bagi jutaan warga.
Sementara PM Polandia, Donald Tusk, yang merupakan tuan rumah lainnya Piala
Euro 2012, menyatakan, semua perdebatan menyangkut boikot even akbar itu tidak
tepat.
"Tapi selama gelaran kejuaraan sepak bola akbar itu, juga tidak boleh
ada larangan bagi rakyat untuk menunjukkan solidaritasnya terhadap
Tymoschenko," tambah Tusk.
Selain Jerman, kini Rusia juga menyatakan siap memberikan pelayanan medis
kepada Tymoschenko. Tapi dalam waktu bersamaan Presiden Rusia, Vladimir Putin
juga menyatakan menolak boikot kejuaraan sepak bola Eropa itu. [DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
