Polri Janji Dengarkan Aspirasi Masyarakat Soal Senpi Ilegal
Selasa, 8 Mei 2012 | 13:09
Kapolri Timur Pradopo [google] [JAKARTA] Maraknya
senjata api ilegal membuat Kepala Kepolisian RI gerah. Meskipun tiap tahun diadakan
evaluasi, namun diakuinya peredaran senjata itu sulit diberantas meski sekarang
syarat untuk memiliki senjata api sudah diperketat.
“Pasti akan dievaluasi, berapa sih yang legal dan melakukan pelanggaran hukum. Kemudian yang selama ini melakukan pelanggaran hukum. Sekali
lagi, suara-suara dari seluruh masyarakat akan kita evaluasi, nanti akan disampaikan,
intinya kan bagaimana itu tidak disalahgunakan,” ujar Kapolri Jenderal Timur
Pradopo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/5).
Soal evaluasi, dikatakannya, selama si pemegang senjata api tidak melakukan
penyalahgunaan, maka pihak kepolisian tidak akan menariknya dan sebaliknya. Di
mana, sejak tahun 2006 dia mengklaim tidak ada pelanggaran berat yang dilakukan
oleh si pemilik senjata api resmi.
“Selama dia tidak melanggar yah masih. Tapi, sekali lagi semua yang berkaitan
dengan wacana yang baru itu sudah sangat ketat sekali. Hampir tidak ada, sejak
tahun 2006,” ucapnya.
Tambah Timur, peredaran senjata api di Indonesia tidaklah mudah dan murah.
Polda pun, ditegaskannya tidak boleh memberikan izin penggunaan senjata api.
Oleh karena itulah, senjata api ilegal yang membuat kesan itu seakan-akan
hilang akan diberantas.
Jelas dia, pihak kepolisian sebenarnya sudah jelas-jelas menyatakan bahwa
senjata yang diperbolehkan dimiliki oleh sipil adalah yang berkaitan untuk
beladiri saja seperti satpam dan polisi kehutanan, serta klub-klub penembak
seperti Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin). “Itu saja, kalau
yang lain tidak boleh,”
tegasnya.
Sementara soal penggunaan senjata api oleh pengusaha dan anggota DPR, tambahnya,
hal itu sekali lagi berkaitan dengan yang namanya selektif. Sebab, ada
undang-undang yang mengaturnya. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
