Polres Subang Berlakukan Sistem Pagar Betis di Titik Rawan Macet
Jumat, 26 Agustus 2011 | 13:52
Jalur Subang, Jabar [google] [SUBANG] Kepolisian Resor (Polres) Subang,
Jabar, akan memberlakukan pengamanan sistem "pagar betis" di
titik-titik rawan kemacetan pada puncak arus mudik di sepanjang jalur Pantura
wilayah itu.
Hal itu dilakukan penumpukan saat kendaraan mudik tumpah ruah di Pantura, kata
Kasatlatnas Polres Subang, AKP Agun Guntara, Jumat (26/8).
"Di titik-titik rawan kemacetan, kita akan berlakukan pengamanan sistem
'pagar betis' seperti di sekitar pasar tumpah," ujarnya menambahkan.
Ada beberapa titik di jalur Pantura wilayah Subang yang akan mendapatkan
pengamanan ekstra itu yakni perempatan sekitar pasar Ciasem, Patokbeusi dan
Sukamadi.
Para petugas Polri dan personel lainya akan disiagakan penuh di tempat-tempat
tersebut.
"Polisi akan berjejer, di samping petugas pengurai kepadatan kendaraan.
Kami sudah mempersiapkanya," katanya.
Di sekitar pasar tumpah, seperti di Ciasem, polisi juga akan memberlakukan
sistem "buka tutup" untuk penyeberangan warga dari atau ke pasar.
"Bahkan kita upayakan tidak akan ada penyeberangan dari atau ke pasar di
malam hari, bersamaan dengan padatnya arus lalu lintas," tutur Guntara.
Selain di jalur Pantura, pasar tumpah yang berpotensi terjadi kemacetan juga di
jalur tengah wilayah Subang, yakni pasar kalijati dan di Sagalaherang.
Ia juga tidak mau berspekulasi tentang kapan puncak arus mudik Lebaran terjadi
di Pantura.
Namun diakuinya lonjakan arus mudik sudah terjadi di Pantura, baik kendaraan
roda empat maupun roda dua, sejak Kamis atau sejak H-6.
Selain itu, situasi lalu lintas di jalur Pantura "ditentukan"
bagaimana kondisi di tol Cikampek.
"Kondisi di jalur Pantra hanya imbas dari dari tol Cikampek. Gerbang tol
Cikopo merupakan kran pengatur arus," ucapnya.
Guntara mengatakan, arus mudik berkendaraan sepeda juga telah membanjiri jalur
Pantura sejak Kamis dinihari. Namun sejauh itu kondisi lalu lintas di Pantura
wilayah Subang, relatif normal. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
