Polisi Selidiki Beredarnya Video Mesum "Lala Anak SMA Campurdarat"
Selasa, 1 November 2011 | 13:42
Ilustrasi video seks [google] [TULUNGAGUNG] Jajaran Kepolisian Tulungagung tengah
menyelidiki peredaran video mesum berdurasi 10 menit 18 detik yang diduga
dimainkan oleh pasangan pelajar SMA setempat.
"Informasi sementara, pelaku adegan mesum yang ada di film porno tersebut
berasal dari Kecamatan Campurdarat. Kasus ini sedang kami selidiki," kata
KBO Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Siswanto, Selasa (1/11).
Peredaran video mesum berjudul "Lala Anak SMA Campurdarat" itu
merupukan yang kedua dalam sepekan terakhir di Kota Marmer. Sebelumnya, video
sejenis juga beredar di kalangan pelajar dengan pasangan berbeda.
Pihak Dinas Pendidikan telah mengidentifikasi pasangan mesum pada video mesum
pertama yang diperankan oleh siswa-siswi SMP di Kecamatan Karangrejo.
Namun, belum tuntas kasus pertama diselidiki, video porno pelajar lain dengan
adegan lebih vulgar kembali merebak dari ponsel ke ponsel.
Kepolisian Tulungagung yang telah mendapat laporan langsung atas peredaran
video mesum kedua belum mengkonfirmasi apakah kedua pelaku sudah berhasil
mereka identifikasi, atau bahkan ditangkap.
Siswanto hanya menyatakan, penyelidikan mereka saat ini sedang diarahkan ke
sejumlah pelajar yang kedapatan memiliki file porno berjudul "Lala Anak
SMA Campurdarat" tersebut.
"Fokus kepolisian dalam kasus ini adalah mencari siapa penyebar video
porno itu, pelakunya juga (dijerat) kalau memang terbukti secara sengaja
melakukan perekaman," katanya., Informasinya, lokasi adegan mesum pada
video tersebut diduga di lakukan di salah satu tempat penginapan di kompleks
wisata Pantai Popoh.
Melihat kronologi yang terekam dalam gambar (video), kedua pelaku diduga
sengaja mengabadikan adegan layaknya pasangan suami-istri tersebut.
Kesan itu setidaknya terlihat saat pelaku pria menaruh ponsel di meja kamar
hotel dengan posisi kamera menghadap ranjang dimana pelaku perempuan sudah
duduk menunggu dalam posisi nyaris telanjang bulat. "Diduga pengambilan
gambar dilakukan melalui telepon selular," ungkap Siswanto.
Dikonfirmasi mengenai peredaran video porno itu, salah seorang warga Desa
Campurdarat bernama Anton mengaku memperoleh film panas itu dari temannya.
Ia mendapatkanya cukup dengan cara mentransfer via fasilitas
"bluetooth" yang ada di perangkat ponsel. "Saya kira semua warga
di Campurdarat sudah mengetahui video ini," ujarnya. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
