Polisi Indikasikan 5 Orang yang Diikuti, Terlibat Bom Buku
Kamis, 21 April 2011 | 11:38
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman [google] [JAKARTA]
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman mengatakan,
pihaknya telah menemukan indikasi adanya
keterlibatan sekitar lima orang dalam kasus bom buku yang meledak di Jalan Utan
Kayu, Jakarta Timur Maret lalu. Ledakan bom tersebut melukai Kasat Serse Polres
Jakarta Timur saat itu, Kompol Dodi Rahmawan.
Menurut Kapolda, kelima
orang itu diduga berperan besar dalam proses pengiriman sampai terjadinya
peledakan di lokasi kejadian. Ciri atau identitas pelaku yang sudah diketahui
itu, kini dalam proses pengejaran petugas. Polisi dan Densus 88 kini tengah melakukan
penggerebekan di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur.
”Mudah-mudahan hasil kerja keras anggota di lapangan dalam
mengungkap kasus bom buku ini bisa segera terwujud dengan penangkapan
pelaku-pelakunya. Kami juga mohon dukungan yang terus-menerus dari warga
Ibukota dan sekitarnya. Warga masyarakat jangan segan-segan untuk menyampaikan
informasi soal kasus bom buku in,” kata Sutarman Kamis (21/4).
Sementara
itu, dalam kasus bom Cirebon sampai Kamis (21/4) sudah mengalami kemajuan yang
signifikan dengan ditemukannya sejumlah barang bukti baru. Tim gabungan Polda
Jawa Barat dan Mabes Polri juga menemukan indikasi kemungkinan adanya pihak
lain yang patut diperiksa intensif.
Mereka antara lain orang-orang dekat,
termasuk keluarga M Syarif, pelaku bom bunuh diri di masjid Mapolres Kota
Cirebon, Jumat (15/4) lalu.
Data
dan barang bukti, serta keterangan para saksi tersebut saat ini masih diperiksa
secara intensif oleh petugas.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen
Pol Ito Sumardi di Jakarta, Kamis (21/4) membenarkan, pascabom bunuh diri di
Mapolres di Cirebon, polisi telah
melakukan pengembangan penyelidikan dan menemukan beberapa barang bukti yang
disinyalir terkait dengan penemuan barang bukti yang sama di lokasi peledakan.
Menurut Ito, semua benda
tersebut diamankan petugas pada sejumlah rumah yang didiami oleh keluarga M
Syarif. Selain pemeriksaan terhadap keluarga atau orang dekat pelaku tersebut
diharapkan akan menambah dukungan terhadap penyelidikan petugas selama ini.
Sekalipun, petugas belum bisa memastikan apakah di antara keluarga almarhum ada
yang terlibat dalam kasus M Syarif.
Kabareskrim optimistis, pengungkapan kasus bom bunuh diri ini dapat berjalan
lancar karena kerja keras anggota di lapangan telah membuahkan hasil dengan
keberhasilan mengidentifikasi pelaku dan penemuna sejumlah barang bukti baru.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul
Alam mengatakan, sampai Kamis pagi, sebanyak 30 orang telah diperiksa sebagai saksi
terkait kasus bom bunuh diri di Cirebon .
Dijelaskan, sedikitnya empat rumah
keluarga M Syarif sudah digeledah oleh petugas dan diketemukan cukup banyak
barang bukti, antara lain peralatan yang disinyalir terkait bahan peledak.
Polisi juga menyita beberapa dokumen, termasuk VCD berisi rekaman peristiwa
jihad. [G-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
