Polisi Gelar Perkara Kasus Penyerangan di RSPAD
Selasa, 28 Februari 2012 | 14:53
Kombes Pol Rikwanto [tribunnews] [JAKARTA] Penyidik gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat
menggelar perkara kasus penyerangan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)
Gatot Subroto, guna menetapkan tersangka baru.
"Rencananya hari (Selasa) ini, akan diadakan gelar perkara hasil
pemeriksaan siapa berbuat apa dalam kasus tersebut," kata Kepala Bidang
Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Selasa
(28/2).
Rikwanto mengatakan penyidik fokus memeriksa saksi yang ada di sekitar lokasi
kejadian, sehingga diperlukan pemeriksaan keterangan secara silang terhadap
saksi.
Penyidik belum menetapkan tersangka yang baru terkait peristiwa penyerangan
yang menewaskan tiga orang dan melukai tiga orang lainnya di RSPAD.
Agenda gelar perkara akan menguatkan indikasi keterlibatan tersangka lainnya
yang belum ditetapkan penyidik kepolisian berdasarkan alat bukti dan keterangan
antarsaksi.
Sejauh ini, penyidik kepolisian telah menetapkan lima tersangka, yakni Kelima
tersangka, yakni Edward Tupesi alias Edo, Gretes alias Heri, Toni alias Ongen,
Ren Venturi dan Abraham Tuhehai.
Selain itu, memeriksa 19 orang saksi lainnya yang diduga terlibat penyerangan
di RSPAD Gatot Subroto, Kamis (23/2) dinihari.
Para tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338
tentang pembunuhan dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman
hukuman mati atau penjara maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.
Polda Metro Jaya mendapatkan bantuan dari Polisi Militer Kodam Jaya, guna
mencari pelaku penyerangan di rumah sakit milik TNI tersebut. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
KPK Telusuri Aliran Dana Ke Elite PKS
