Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Merespons Info BIN Terkait Bom Solo
Jumat, 30 September 2011 | 15:20
Irjen Pol Anton Bahrul Alam [google] [JAKARTA] Kepolisian Negara RI masih mendalami langkah investigasi
internal atas dugaan kelalaian dalam menanggapi informasi dari Badan Intelijen
Negara terkait dengan insiden bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh
Kepunton, Solo, Jawa Tengah.
"Untuk langkah internal soal dugaan kelalaian menanggapi informasi BIN itu
masih didalami," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Inspektur Jenderal
Polisi Anton Bahrul Alam usai salat Jumat di Masjid Mabes Polri, Jakarta
Selatan, Jumat (30/9).
Mengenai dugaan kelalaian ini, Bachrul Alam tidak memberi komentar.
"Mengenai hal ini belum bisa disampaikan, cuma, manusia kan penuh
keterbatasan," tambah dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara, Sutanto, mengusulkan agar informasi
intelijen bisa menjadi alat bukti bagi kepolisian dalam melakukam pemberantasan
terorisme.
"Kendala kepolisian dalam pemberantasan terorisme saat ini adalah
kurangnya alat bukti untuk melakukan penindakan seperti diatur dalam aturan
perundangan," kata Sutanto usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di
Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (26/9).
Polri yang mendapat informasi dari BIN, kata bekas kepala kepolisian Indonesia
itu, tetap mengalami kendala karena informasi intelijen belum cukup untuk
melakukan penangkapan terhadap pelaku teror tanpa didukung alat bukti.
"Kalau informasi intelijen bisa jadi alat bukti, tentu akan sangat efektif
dalam penanganan masalah teror," kata mantan Kepala Polri itu.
Insiden bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo,
Jawa Tengah (25/9) dilakukan oleh Pino Damayanto alias Ahmad Urip alias Ahmad
Yosefa Hayat dan melukai 15 orang. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
