SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 24 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Polisi Bekuk Seluruh Pelaku Pemerkosa dalam Angkot
Kamis, 22 September 2011 | 12:22

Angkot yang dipakai untuk berbuat kejahatan diamankan [google] Angkot yang dipakai untuk berbuat kejahatan diamankan [google]

[JAKARTA] Kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan membekuk tiga pelaku pemerkosan di dalam angkot yakni AND (18), AR (20), dan SBT (19) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Ketiga tersangka dibekuk berdasarkan pengembangan penyelidikan terhadap tersangka YG (21) yang lebih dulu tertangkap.

AND alias P ditangkap petugas ketika sedang berada di warung internet. Sedangkan kedua tersangka lain, yakni AR dan SBT selama dalam pelariannya berpindah-pindah tempat dan tertangkap ketika sedang beristirahat di hotel tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti satu buah tas tangan, kaos, jam tangan, celana, dua buah telepon genggam, dan pakaian dalam milik korban. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Imam Sugiarto kepada wartawan menjelaskan, ketiga tersangka berhasil dibekuk setelah pihaknya melakukan kerja sama dengan personil Reskim daerah Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil penyidikan diketahui, tersangka AND memang sudah mengenal korbannya yang berinisial RS (27). “Korban sudah mengenal pelaku (inisial AND) selama satu tahun. Di sini peran AND juga mengenalkan korban kepada ketiga rekannya,” kata Imam Sugiarto, baru-baru ini.

Menurutnya, keempat pelaku ditangkap terkait kasus pemerkosaan di dalam angkutan kota (Angkot) D-02 trayek Ciputat-Pondok Labu. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, diketahui keempat pelaku ini juga merencanakan aksi kejahatan tersebut.

Imam menjelaskan, dalam perannya, tersangka SBT tertuduh dalam pencurian uang dan dua telepon gengam. Tersangka AND bersama-sama YG melakukan pemerkosaan di dalam angkot, dan terakhir, tersangka AR bertindak membantu kejahatan.

Pada malam saat kejadian, AND membuat janji dengan korban untuk bertemu di sebuah kawasan di Cilandak, Jakarta Selatan. Bersama dengan ketiga tersangka lain, korban kemudian dijemput seusai pulang kerja dan kemudian dibawa ke rumah kontrakan tersangka AND.

Sesampainya di rumah kontrakan, korban yang masih berstatus karyawati sebuah departemen store di Jakarta Pusat itu kemudian diajak berhubungan badan oleh tersangka. Melihat gelagat mencurigakan dari para tersangka, korban RS pun menolak untuk turun dari angkot.

Tidak sampai di situ, korban kemudian diiming-imingi akan diantarkan pulang sampai rumah. Namun dalam perjalanan pulang, justru korban malah diperkosa di dalam angkot.

Akibat perbuatan itu, masing-masing tersangka terancam pasal yang berbeda. Tersangka AND dan YG terancam pasal 285 KUHP tentang persetubuhan dengan hukuman pidana maksimal 9 tahun. Tersangka SBT, terancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan maksimal 12 tahun.

Sedangkan, tersangka AR yang tak melakukan apa-apa, dikenakan pasal 56 KUHP karena membantu dan memberi upaya tindak kejahatan. [Y-7]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»