SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 17 September 2014
Pencarian Arsip

Poling Capres 2014, DCSC Tempatkan Hatta di Posisi Teratas
Senin, 3 Oktober 2011 | 14:20

Hatta Radjasa [google] Hatta Radjasa [google]

[JAKARTA] Hasil penelitian Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia menyebutkan bahwa popularitas Menko Perekonomian Hatta Radjasa berada di atas 16 tokoh nasional lainnya yang berpeluang menjadi calon presiden pada 2014.

DCSC Indonesia pada Senin (3/10) di Jakarta merilis hasil penelitian itu sekaligus menyampaikan hasil analisis isi pemberitaan media terhadap tokoh-tokoh politik nasional yang berpotensi menjadi Capres 2014.

Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui tujuh surat kabar nasional di Indonesia, yakni Kompas, Media Indonesia, Indo Pos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan dan Seputar Indonesia.

Waktu pengumpulan data dilakukan pada 1 Juli hingga 30 September 2011 dengan menggunakan metode analisis isi tematik. Jumlah artikel yang dianalisis dalam rentang waktu itu sebanyak 3.144 artikel. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan dan menganalisis semua artikel yang ada di surat kabar tentang 17 tokoh kandidat Capres 2014.

Tokoh-tokoh itu adalah Hatta Rajasa, Anas Urbaningrum, Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Suryadharma Ali, Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, Sri Mulyani, Ani Yudhoyono, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Din Syamsuddin, Prabowo Subianto, Pramono Edhi Wibowo, Puan Maharani, Hidayat Nur Wahid dan Tommy Soeharto.

Dari hasil analisis isi media itu diketahui bahwa Hatta Rajasa merupakan tokoh yang paling banyak mendapatkan porsi pemberitaan di tujuh surat kabar nasional. Porsi pemberitaan mengenai Hatta Rajasa sebesar 20,5 persen atau setara dengan 646 artikel.

Lalu disusul secara berturut-turut oleh Anas Urbaningrum (18,1 persen/569 artikel), Muhaimin Iskandar (12,3 persen/387 artikel), Mahfud MD (9,9 persen/312 artikel), Suryadharma Ali (7,7 persen/242 artikel), Aburizal Bakrie (6,4 persen/200 artikel), Megawati Soekarnoputri (4,4 persen/138 artikel), Sri Mulyani (4,2 persen/131 artikel), Ani Yudhoyono (4,1 persen/128 artikel).

Sri Sultan Hamengkubuwono X (2,9 persen/92 artikel), Din Syamsuddin (2,0 persen/62 artikel), Prabowo Subianto (1,6 persen/51 artikel), Pamono Edhi Wibowo (1,4 persen/44 artikel), Puan Maharani (1,0 persen/31 artikel), Hidayat Nur Wahid (0,3 persen/10 artikel), dan Tommy Soeharto (0,3 persen/10 artikel).

Direktur Riset DCSC Indonesia Abdul Hakim ketika dikonfirmasi mengenai hasil penelitian itu menjelaskan, jika hanya diambil sembilan nama capres, maka nama-nama yang muncul adalah Hatta Rajasa, Anas Urbaningrum, Mahfud MD, Aburizal Bakrie, Megawati, Sri Mulyani, Ani Yudhoyono, Surya Paloh dan Prabowo Subianto.

Hatta Rajasa menempati posisi teratas dengan porsi pemberitaan sebesar 28,5 persen, disusul Anas Urbaningrum sebesar 25,1 persen.

Jika hanya diambil enam nama capres, maka nama-nama yang muncul adalah Hatta Rajasa, Anas Urbaningrum, Aburizal Bakrie, Megawati, Sri Mulyani, dan Prabowo. Hatta Rajasa menempati posisi teratas dengan porsi pemberitaan sebesar 37,2 persen, disusul Anas Urbaningrum sebesar 32,8 persen.

Sedangkan jika hanya diambil lima nama capres, maka nama-nama yang muncul adalah Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, Sri Mulyani, dan Prabowo subianto. Hatta Rajasa menempati posisi teratas dengan porsi pemberitaan sebesar 55,4 persen, disusul Aburizal Bakrie sebesar 17,2 persen.

Pada rentang waktu ini relatif tidak banyak citra negatif yang menimpa 17 tokoh tersebut. Citra artikel masih didominasi oleh sentimen positif dan netral. Meski ada citra negatif, tapi porsinya sangat kecil dibandingkan jumlah keseluruhan artikel masing-masing tokoh di surat kabar.

"Hal ini kemungkinan disebabkan pelaksanaan pemilihan umum 2014 yang masih tiga tahun lagi," katanya.

Terkait citra kandidat, dari enam kandidat terkuat yang berpeluang tampil dalam perebutan kursi RI-1 pada pemilihan presiden tahun 2014 mendatang, -Hatta Rajasa, Anas Urbaningrum, Aburizal Bakrie, Megawati, Sri Mulyani, dan Prabowo-citra negatif belum begitu banyak menimpa mereka.

DCSC Indonesia memprediksi, kandidat dengan citra negatif terbesar di antara keenam tokoh itu ada pada Sri Mulyani dengan perolehan angka mendekati 4 persen. [Ant/L-9]


 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

singokota | 6:59pm Oct 3, 2011

AKU TERLANJUR SIMPATI pada srikandi Indonesia yg kecerdasan nya diakui dunia... integritasnya membawa pada pilihan untuk meninggalkan jabatan "menteri" dan mengabdikan diri pada dunia... bila ada yg nyata berintegritas dan cerdas mengapa harus memilih yg lain hanya karena tetangga memilihnya..




Pemilu 2014

selengkapnya »»