PMI Kirim Heli Evakuasi Korban Gempa Palu
Senin, 20 Agustus 2012 | 11:54
Petugas penyelamat membongkar reruntuhan untuk mencari korban gempa [AP} [PALU] Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat akan membantu Pemerintah Provinsi
Sulawesi Tengah dengan sebuah helikopter untuk digunakan mengevakuasi korban
dan mendistribusikan logistik ke lokasi-lokasi gempa yang terisolasi di
Kabupaten Sigi.
"Saya sudah kontak dengan bapak HM. Jusuf Kalla (Ketua PMI Pusat) dan
beliau menjajikan helikopter akan dikirim besok (Selasa)," kata Gubernur
Sulteng Longki Djanggola di sela-sela menyambut kedatangan Ketua BNPB Syamsul
Muarif di Bandara Mutiara Palu, Senin (20/8).
Menurut Longki, pihaknya sangat membutuhkan helikopter untuk menolong para
korban yang berada di Kecamatan Lindu karena daerah yang terdiri atas belasan
desa dengan penduduk ribuan jiwa itu kini terisolasi total.
Gubernur Longki mengaku menerima laporan bahwa jalur jalan setapak yang biasa
dilewati warga Lindu dengan berjalan kaki dan sepeda motor kini putus total
karena ada sekiTar 10 kilometer jalan tertutup longsor di banyak titik.
Kecamatan Lindu berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu
sehingga pemerintah tidak bisa membangun jalan di situ.
Kecamatan Lindu tersebut diperkirakan menjadi pusat gempa bumi tektonik
berkekuatan 6,2 skala Richter yang terjadi Sabtu (18/8) pukul 17.42 WITA
sehingga menjadi lokasi paling parah terdampak gempa.
Menurut gubernur, ada sekitar 550 rumah yang rusaK berat dan ringan di daerah
Lindu dan empat warga diaporkan tewas tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan
kondisi warga yang selamat belum diketahui persis.
"Kita memang sangat membutuhkan helikopter untuk segera menjangkau daerah
itu guna mendistribusikan bantuan tanggap darurat dan mengungsikan warga yang
kondisinya sangat memprihatinkan," ujarnya.
Kepala BNPB Syamsul Muarif setibanya di Bandara Mutiara Palu, menyerahkan
bantuan dana tanggap darurat senilai Rp200 juta kepada Gubernur Sulteng Longki
Djanggola kemudian dilanjutkan kepada Bupati Sifi Aswadin Randalembah.
Syamsul Muarif, Longki Djanggola dan Aswadin serta puluhan staf masing-masing
yang umumnya kepala SKPD kemudian meluncur ke Kecamatan Gumbasa dan Kulawi
untuk melihat dari dekat kondisi pengungsi dan aktivitas tim penolong yang
terdiri atas 200 lebih anggota TNI dan Polri, Basarnas, Tagana dan para
relawan.
Data sementara yang dimiliki BNPB Sulteng mencatat hingga Senin siang, korban
tewas akibat gempa ini telah bertambah menjadi enam orang (sebelumnya pada
Minggu petang empat orang), 1.097 bangunan rumah penduduk yang rusak berat dan
ringan, belum termasuk tujuh gereja dan masjid, tiga sekolah dan satu kantor
desa.
Sedangkan jumlah pengungsi telah mencapai lebih 100 kepala keluarga, namun
masihbanyak desa yang belum isa dijangkau karena kesulitan transportasi.
[Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
