PM Zimbabwe Nekat Nikah Meski Dilarang Pengadilan
Senin, 17 September 2012 | 7:34
Tsvangirai diminta mantan istrinya memberi pesangon Rp142 juta per bulan. [Reuters] [HARARE] Perdana
Menteri (PM) Zimbabwe Morgan Tsvangirai
nekat menikah lagi meski melawan putusan pengadilan.
Tsvangirai (60),
dan Elizabeth Macheka (35), bertukar janji perkawinan di ibukota Harare dengan
dasar aturan "nikah adat" yang membolehkan poligami.
Sementara
berdasar UU Perkawinan monogamis di negara itu, Tsvangirai tidak bisa menikah
lagi karena pengadilan memutuskan dirinya masih terikat pernikahan.
Sebagian
pengamat mengatakan, munculnya putusan pengadilan itu kemungkinan merupakan
upaya memperburuk citra sang PM menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Tsvangirai
diperkirakan akan menantang Presiden Robert Mugabe (88), dalam pemilu nanti.
Namun, ada
juga yang menyalahkan Tsvangirai karena sejak istrinya meninggal dalam
kecelakaan tahun 2009, dia sudah kerap bergonta-ganti pasangan perempuan.
Tsvangirai
menikah di depan ratusan undangan dalam sebuah pesta meriah di Harare pada Sabtu
(15/9). Namun pasangan mempelai tidak menandatangani buku nikah resmi
sebagaimana kebiasaan dalam upacara pernikahan pasangan monogami, seperti sudah
direncanakan sebelumnya.
Elizabeth
Macheka adalah putri dari seorang politisi lokal yang berasal dari partai penyokong
Presiden Mugabe, Zanu-PF.
Perkawinan
ini tetap dilangsungkan, padahal sehari sebelumnya hakim setempat mengatakan
bahwa mantan pacar Tsvangirai, Locardia Tembo, telah membuktikan bahwa dirinya
masih berstatus istri dalam "pernikahan adat" terdahulu.
Sebelumnya
gugatan Tembo ditolak oleh pengadilan tinggi setempat.
"Izin
nikah yang diberikan pada Bapak PM dibatalkan," kata kuasa hukum Tembo,
Everson Samkange, setelah muncul putusan pengadilan yang memenangkan kliennya.
"Kalau
dia tetap nekat menikah berarti dia melakukan bigami (beristri dua),"
katanya seperti dikutip kantor berita AFP.
Tembo (39),
berprofesi sebagai pialang bursa komoditas, yang juga adik dari seorang anggota
parlemen Partai Zanu-PF, menuntut ongkos hidup US$15.000 (Rp142 juta) per bulan
dari mantan suaminya.
Pada
November tahun lalu, Tembo dan Tsvangirai dilaporkan menggelar pernikahan
tradisional, dimana pihak mempelai laki-laki memberikan mahar sebesar ratusan
ribu dolar.
Tak lama
kemudian Tsvangirai mengatakan, hubungan
perkawinan mereka "tak dapat didamaikan lagi" setelah
"dibajak" oleh lawan politiknya, termasuk oleh aparat keamanan negara
setempat. [BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
