SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Pintu Air Dibuka, 700 Warga di Kedoya Selatan Kebanjiran
Kamis, 19 April 2012 | 11:36

Banjir di Kedoya selatan [antara] Banjir di Kedoya selatan [antara]

[JAKARTA] Akibat dibukanya pintu air Kali Pesanggrahan oleh Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tata Air, Jakarta Barat, wilayah pemukiman warga di RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat terendam banjir. Luapan air kali akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta dalam dua hari terakhir menggenangi 300 rumah di RT 02, RT 04, dan RT 13, RW 05, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter pada Rabu (18/4).  

Lurah Kedoya Selatan, Nuraini Silviana Herman mengungkapkan, banjir yang melanda pemukiman warganya itu terjadi karena pintu air di Kali Pesanggrahan sedang diperbaiki Sudin PU Tata Air Jakarta Barat. Selama perbaikan dilakukan pintu air kali yang melintasi pemukiman warga itu dibuka.  

“Namun, ternyata proses perbaikan belum selesai hujan keburu turun dengan sangat deras. Akibat hujan deras yang terjadi pada hari Selasa lalu, air kali meluap dari pintu air yang terbuka dan masuk ke dalam pemukiman warga,” katanya.  

Menurut Nuraini, luapan air kali mulai masuk ke rumah warga sejak Selasa, dan ketinggian air terus bertambah karena posisi pemukiman yang dihuni sekitar 700 jiwa itu berada di bawah Kali Pesanggrahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dia telah melakukan koordinasi dengan Sudin PU Tata Air.  

“Saya sudah berkoordinasi dengan unit terkait, agar upaya perbaikan pintu air kali dapat segera dituntaskan. Sebab dikhawatirkan hujan kembali turun dan membuat ketinggian air yang mulai surut kembali bertambah,” jelasnya.  

Dikatakan, hingga saat ini warga korban banjir di RW 05 tidak ada yang mengungsi. Mereka memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Terlebih karena ketinggian air kini mulai menurun. Meski demikian pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menangani masalah kesehatan warga yang rumahnya terendam banjir.  

Sementara itu, warga di tiga RT yang rumahnya terendam banjir mengira luapan air Kali Pesanggrahan terjadi, karena adanya limpahan air dari Bogor. Dikatakan warga, banjir yang melanda kawasan pemukiman padat penduduk tersebut bukanlah hal baru.   “Warga di sini sudah terbiasa rumahnya kebanjiran.

Setiap hujan deras turun atau kalau lagi musim hujan daerah sini langganan banjir. Biasanya warga di sini nggak ada yang mau mengungsi. Bahkan waktu musim hujan banjirnya sampai sepinggang orang dewasa juga tetap saja warga nggak mau mengungsi, karena sudah terbiasa dengan banjir,” kata salah satu warga RT 02, Karsono.  

Dikatakan, untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda pemukiman mereka, rata-rata warga membangun rumahnya menjadi dua lantai. Sehingga saat air mulai masuk ke dalam rumah mereka, warga dapat mengungsi ke lantai dua di rumah mereka.  

“Barang-barang elektronik juga diungsiin ke lantai atas dan untuk sementara warga tinggalnya di lantai dua rumah mereka. Warga malas mengungsi ke luar rumah karena tidak ada yang mengawasi rumah mereka. Jadi warga memilih tetap bertahan di lantai dua rumah mereka, nanti kalau air mulai surut lantai satu kembali digunakan,” tandasnya. [Y-6]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!