Pintu Air Dibuka, 700 Warga di Kedoya Selatan Kebanjiran
Kamis, 19 April 2012 | 11:36
Banjir di Kedoya selatan [antara] [JAKARTA] Akibat dibukanya pintu air Kali Pesanggrahan
oleh Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tata Air, Jakarta Barat, wilayah pemukiman
warga di RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat
terendam banjir. Luapan air kali akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta
dalam dua hari terakhir menggenangi 300 rumah di RT 02, RT 04, dan RT 13, RW
05, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter pada Rabu (18/4).
Lurah Kedoya Selatan, Nuraini Silviana Herman
mengungkapkan, banjir yang melanda pemukiman warganya itu terjadi karena pintu
air di Kali Pesanggrahan sedang diperbaiki Sudin PU Tata Air Jakarta Barat.
Selama perbaikan dilakukan pintu air kali yang melintasi pemukiman warga itu
dibuka.
“Namun, ternyata proses perbaikan belum selesai hujan
keburu turun dengan sangat deras. Akibat hujan deras yang terjadi pada hari
Selasa lalu, air kali meluap dari pintu air yang terbuka dan masuk ke dalam
pemukiman warga,” katanya.
Menurut Nuraini, luapan air kali mulai masuk ke rumah
warga sejak Selasa, dan ketinggian air terus bertambah karena posisi pemukiman
yang dihuni sekitar 700 jiwa itu berada di bawah Kali Pesanggrahan. Untuk
mengatasi masalah tersebut, dia telah melakukan koordinasi dengan Sudin PU Tata
Air.
“Saya sudah berkoordinasi dengan unit terkait, agar upaya
perbaikan pintu air kali dapat segera dituntaskan. Sebab dikhawatirkan hujan
kembali turun dan membuat ketinggian air yang mulai surut kembali bertambah,”
jelasnya.
Dikatakan, hingga saat ini warga korban banjir di RW 05
tidak ada yang mengungsi. Mereka memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.
Terlebih karena ketinggian air kini mulai menurun. Meski demikian pihaknya
telah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menangani masalah kesehatan
warga yang rumahnya terendam banjir.
Sementara itu, warga di tiga RT yang rumahnya terendam
banjir mengira luapan air Kali Pesanggrahan terjadi, karena adanya limpahan air
dari Bogor. Dikatakan warga, banjir yang melanda kawasan pemukiman padat
penduduk tersebut bukanlah hal baru.
“Warga di sini sudah terbiasa rumahnya kebanjiran.
Setiap
hujan deras turun atau kalau lagi musim hujan daerah sini langganan banjir.
Biasanya warga di sini nggak ada yang mau mengungsi. Bahkan waktu musim hujan
banjirnya sampai sepinggang orang dewasa juga tetap saja warga nggak mau
mengungsi, karena sudah terbiasa dengan banjir,” kata salah satu warga RT 02,
Karsono.
Dikatakan, untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda
pemukiman mereka, rata-rata warga membangun rumahnya menjadi dua lantai.
Sehingga saat air mulai masuk ke dalam rumah mereka, warga dapat mengungsi ke
lantai dua di rumah mereka.
“Barang-barang elektronik juga diungsiin ke lantai atas dan untuk sementara warga tinggalnya di
lantai dua rumah mereka. Warga malas mengungsi ke luar rumah karena tidak ada
yang mengawasi rumah mereka. Jadi warga memilih tetap bertahan di lantai dua
rumah mereka, nanti kalau air mulai surut lantai satu kembali digunakan,”
tandasnya. [Y-6]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
