SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Pimpinan DPR Sayangkan Tere Mundur
Jumat, 1 Juni 2012 | 17:25

Anggota Komisi X DPR RI dari  Fraksi Partai Demokrat,  Theresia Ebenna Ezeria Pardede (kiri) didampingi ayahanda Tombang Mulia Pardede (kanan) memberikan pernyataan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR sekaligus sebagai kader Partai Demokrat di  Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (1/6). [SP/Charles Ulag] Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Theresia Ebenna Ezeria Pardede (kiri) didampingi ayahanda Tombang Mulia Pardede (kanan) memberikan pernyataan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR sekaligus sebagai kader Partai Demokrat di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (1/6). [SP/Charles Ulag]

[JAKARTA] Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso menyayangkan keputusan Theresia EE Pardede mengundurkan diri. Tere dikenal sebagai anggota DPR yang cukup eksis dan rajin.

"Surat pengunduran dirinya belum sampai, tapi kalau itu terjadi, maka saya sangat  menyayangkannya. Bukan karena kecantikannya, tetapi karena dia dikenal cukup eksis,” kata Priyo di Jakarta, Jumat (1/6).

Kendati demikian, pengunduran diri anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI iru, kata Priyo, tidak bisa dihalang-halangi.

"Itu hak dan tidak dicegah dengan alasan-alasan tertentu. Tapi selama saya menjabat dua periode, baru kali ini pengunduran diri anggota DPR dengan alasan kemanusiaan," ujar politisi senior Golkar ini.

Pengunduran diri Tere, kata Priyo, juga tidak harus diperdebatkan, karena diatur dalam UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau (MD3) dan juga Tata Tertib DPR RI.

"Kalau diperdebatkan, dulu juga kenapa Presiden Soeharto mundur, toh banyak yang juga menginginkan Pak Harto tetap menjabat," kata Priyo.

Tere sendiri dalam konferensi pers di Press Room DPR RI mengatakan, pengunduran dirinya karena alasan keluarga, menyelesaikan tesis, dan tidak mau menjadi seorang  anggota dewan yang hipokrit, yang hanya datang mengabsen, padahal secara fisik tidak ada di tempat.

Selain itu, Tere juga mengakui , semua aspirasi konstituen tidak mudah diperjuangkan di DPR RI. “Ada invisible walls yang menghadang semuanya,” katanya. [L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN