Pilgub Putaran I DKI Jakarta Banyak Terjadi Kecurangan
Jumat, 20 Juli 2012 | 10:49
Pilkada DKI Jakarta. [google] [JAKARTA] Permasalahan dana kampanye
penyelenggaraan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 11 Juli lalu, menjadi
sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal itu dikarenakan banyak diterimanya
pengaduan dari berbagai pihak.
Pimpinan Bawaslu, Nasrullah, menegaskan
dari awal lembaganya sudah mengatakan bahwa ICW sudah menyampaikan terjadi
aliran dana. Selain itu hal-hal substansi juga ditemukan oleh relawan
Bawaslu yang terjun ke lapangan saat berjalannya pemungutan suara.
”Oleh karena itu, kami menginstruksikan
kepada penyelenggara di bawah Bawaslu, yakni Panwaslu untuk serius
menyelesaikan persoalan ini. Ini karena terkait rekening cagub DKI,” ujarnya di
kantor Bawaslu, Jakarta, baru-baru ini.
Dengan demikian, jika terbukti laporan ini
benar terjadi pada pilgub putaran pertama, maka akan dikenakan ancaman hukuman
pidana sekurang-kurangnya 2 bulan dan selebih-lebihnya 28 bulan. Selain itu,
juga ada sanksi administrasi, yakni pembatalan sebagai pasangan calon atau
dicoret dari daftar.
Selain itu, laporan yang banyak lainnya
persoalan DPT. Menurut Nasrullah, masih banyak ditemukan warga DKI yang tidak
mendapatkan hak konstitusional, yakni terdaftar sebagai pemilih.
“Apalagi
masalah Pilgub DKI kemarin, kami coba terjunkan relawan sebanyak 200 relawan.
Ternyata temuannya aspek subtansi, itu pertama harus diakui dengan jujur
terdapat warga negara Indonesia yang notabene adalah penduduk DKI yang tidak
terpenuhi hak konstitusi,” jelas dia.
Aspek subtansi lainnya adalah problem dana
kampanye. Dana kampanye apapun proses aktifitas berjalannya Pemilukada harus
diakui tidak lepas dari wilayah biaya.
"Ini harus dibuktikan proses
kejujuran dalam transparansi penggunaan dana kampanye. Transparansi oleh
publik," katanya.
Terkait tindak lanjut atas permasalahan
tersebut, Bawaslu menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu. Namun, apabila tidak
terselesaikan juga, maka akan diambil alih secara langsung oleh Bawaslu.
[H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
