SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 21 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Pilgub NTT Marak dengan Permainan Judi
Senin, 18 Maret 2013 | 14:05

Penghitungan suara di TPS 16, Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang [Yos Kellen] Penghitungan suara di TPS 16, Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang [Yos Kellen]

[KUPANG] Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai ajang pertarungan bagi sekelompok warga Kota Kupang menjadi arena perjudian sehingga membuat suasana menjadi semarak.  

Rata-rata mereka menjagokan calon incumbent, Frans Lebu Raya yang berpasangan dengan Beny Litelnony karena diatas kertas calon incumbent peringkat teratas. Peserta permainan judi, (Dus) menyiapkan dana sebesar Rp 100 juta untuk pasangan calon Frans Lebu Raya-Beny Litelnony. “Saya pegang Frans Lebu Raya. Saya siap taruhan Rp 100 juta,” katanya.  

Hal serupa juga dilakukan Hironimus, warga Kota Kupang lainnya yang menyiapkan Rp 100 juta untuk Frans Lebu Raya. Bahkan, jika ada yang ingin bertaruh lebih besar, dia siap melandeninnya. “Saya siap Rp 100 juta untuk Frans. Lebih,” katanya.  

Mereka mencari pendukung pasangan calon lainnya untuk bertaruh, siapa yang bakal menang dalam pemilu kepala daerah (Pilkada) Gubernur NTT periode 2013 - 2018.  

Losta Institute lembaga survey dari Jogjakarta akan menggelar Quick Count (hitungan cepat) pemilu kepala daerah (Pilkada) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang  digelar secara serentak di 21 kabupaten/Kota di seluruh wilayah NTT Senin (18/3).   “Hanya satu lembaga yang akan melakukan hitungan cepat pada pelaksanaan Pilkada NTT,” kata Ketua KPU NTT, Johanis Depa kepada SP melalui telepon di Kupang, Senin, (18/3) siang.  

KPU mempersilahkan lembaga tersebut untuk melakukan hitungan cepat, namun dihimbau agar lembaga hitung cepat itu tidak mengeluarkan hasil quick count sebelum pukul 13.00 Wita. “Kalau dikeluarkan sebelum pukul 13.00 Wita, maka bukan quik count, tapi kiu kao,” katanya.  

Dia juga meminta kepada masyarakat agar memantau dan mengawal perhitungan cepat yang akan dilakukan lembaga tersebut.   Selain lembaga pemantau itu, katanya, KPU Kalimantan Timur juga akan memantau dan melihat secara langsung pelaksanaan Pilkada di NTT. “KPU Kaltim lakukan studi banding, karena mereka juga akan gelar pilkada tahun ini,” katanya.  

Dilain pihak, katanya, KPU telah melaksanakan Pilkada Gubernur, 18 Maret 2013. Karena semua logistik pemilu telah didistribusikan ke 8.360 Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Tidak ada masalah lagi, karena semua surat suara telah didistribusikan ke TPS dan berjalan dengan lancar,” kata Jonanes Depa.  (Yos)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»