Hasil Penelitian Terbaru
Petunjuk Pemberian Asi Ekslusif Diragukan
Sabtu, 15 Januari 2011 | 9:40
ASI Eksklusif
[LONDON] Memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada bayi selama enam bulan pertama ternyata tidak terlalu penting untuk kesehatan bayi. Demikian dikatakan peliti asal Ingrris sebagai saran untuk para ibu muda.
Ketua tim peneliti dari ahli ilmu anak sebuah Universitas di London mengatakan bahwa bayi yang hanya diberikan ASI eksklusif akan menderita kekurangan zat besi dan cenderung mudah terkena alergi.
Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa bayi dapat mulai disapih ke makanan padat di awal usia empat bulan. Walaupun, ahli lainnya menyarankan untuk tetap berpedoman pada pola yang ada.
Sepuluh tahun lalu, WHO (World Health Organisation) menyarankan supaya bayi yang baru lahir harus diberikan ASI ekslusif selama enam bulan pertama. Tetapi, banyak negara barat, termasuk 65 persen yang tergabung dalam Uni Eropa dan Amerika Serikat memilih tidak mengikuti rekomendasi tersebut secara menyeluruh atau tidak sama sekali.
Rekomendasi WHO tersebut dilakukan sebagian berdasarkan 16 penelitian, termasuk tujuh dari negara berkembang. Disimpulkan bahwa bayi yang hanya diberikan ASI untuk enam bulan lebih kecil kemungkinan terkena infeksi dan tidak mengalami masalah pertumbuhan.
Namun beberapa penelitan menunjukkan, pemberian ASI ekslusif selama enam bulan pertama gagal memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan kepada bayi. Salah satu penelitian dari tahun 2007 menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif bisa meningkatkan resiko anemia dibandingkan mengenalkan bayi dengan makanan padat pada usia empat bulan sampai enam bulan.
Terkait dengan alergi, penelitian tersebut mengatakan bahwa peneliti asal Swedia menemukan, jika insiden dari serangan awal penyakit celiac meningkat setelah ada rekomendasi untuk menolak pengenalan zat perekat sampai usia enam bulan.
Peneliti itu mengatakan, pemberian ASI ekslusif adalah saran terbaik untuk negara-negara berkembang. Sebab tingkat kematian karena infeksi di negara-negara berkembang masih tinggi. Tetapi risikonya, bayi dengan ASI eksklusif di negara-negara berkembang itu tidak dikenalkan dengan berbagai rasa baru.
"Rasa pahit, khususnya, dapat menjadi hal yang penting untuk penerimaan ke depan atas sayuran hijau. ASI eksklusif selama enam bulan pertama ke depannya berpotensi dapat mempengaruhi penerimaan makanan dengan berdampak pada hasil kesehatan seperti obesitas," kata peneliti tersebut.
Peneliti itu menambahkan, Departemen Pengawasan Makanan Eropa menyimpulkan bahwa makanan tambahan bisa dengan aman diperkenalkan untuk bayi antara umur empat sampai enam bulan di seluruh Eropa. [AP/NOV/A-21]
Kirim Komentar Anda
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
26 Politisi Demokrat Siap Mundur dari DPR RI
Hadapi Ancaman Diserang Israel, Iran Perketat Pertahanan
Gerakan Pemakzulan Anas Sudah Meluas di Demokrat
Inilah Data dan Fakta Jelang Duel CSKA Moskwa Vs Real Madrid
Inilah Data dan Fakta Jelang Duel Marseille Vs Inter Milan
Inilah Data dan Fakta Jelang Duel Basel Vs Bayern Munchen
Imam Masjid New York Minta FPI Introspeksi Diri
Satu Keluarga Hilang Misterius Ternyata Telah Tewas Membusuk



