Petani Untung Harga Cengkeh Naik Rp 85.000/kg
Sabtu, 7 Mei 2011 | 7:41
Ilustrasi pohon cengkih [google] [MANADO] Petani cengkeh di Sulawesi Utara
(Sulut) mendapat keuntungan besar saat ini menyusul naiknya harga cengkeh
secara drastis, dari Rp 70.000/kg bulan April menjadi Rp 85.000/kg awal Mei.
Bahkan, ada yang membeli Rp 90.000/kg bila jumlahnya banyak.
”Ini memberikan keuntungan bagi kami petani cengkeh,
karena dalam sejarah baru saat ini harga cengkeh naik drastic,”Kata Jhonny W
dan Hendrik K petani cengkeh di MInahasa di Minahasa, baru-baru ini.
Pantauan SP di Pasar Karombasan Manado yang
banyak pembeli cengkeh, banyak pedagang yang membeli cengkeh dengan harga
tinggi Rp 85.000/kg untuk jumlah yang sedikit.
Sementara jumlah yang banyak, pedagang membeli dari
petani Rp 90.000/kg. Pedagang atau pembeli cengkeh mengatakan, kemungkinan
harga akan naik lagi. Karena memang permintaan dari luar cukup tinggi.
”Ini sangat menguntungkan, sebagai pedagang dan
tentunya petani,”Kata sejumlah pedagang yang engan menyebutkan namanya.
Pengamat percengkehan di Sulut, W Lumentut mengatakan,
pihaknya optimis harga akan naik lagi. Karena memang, komuduti cengkeh lagi
naik permintaan dari dalam dan luar negeri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Sanny
Parengkuan mengatakan kepada SP secara terpisah, naiknya harga cengkeh saat ini
hingga Rp 85.000 hingga Rp 90.000/kg, merupakan suatu kebahagiaan bagi petani
dan masyarakat Sulut. Karena baru saat ini dalam sejarah harga naik cukup tinggi.
Saat tahun 2000-an dimasa pemerintahan Presiden
Abdurahman Wahid atau Gus Dur, harga cengkeh sempat naik Rp 81.000/kg. Sehingga
petani waktu itu, gembira karena keuntungan sangat besar.
”Saat ini dengan kondisi ekonomi membaik, maka harga
naik drastis,”Katanya.
Pemerintah pusat saat ini, dan Gubernur Sulut
Sinyo Sarundajang sangat konsen dengan meperhatikan harga cengkeh, karena telah
meminta agar stop import cengkeh.
”Jadi ini karena komitmen pemerintah, hentikan import
cengkeh,”Kata Parengkuan.
Dengan kenaikan harga ini, maka ekonomi Sulut akan
membaik. Karena sekitar 70 persen masyarakat Sulut memiliki tanaman cengkeh.
Catatan SP, produksi cengkeh, setiap tahun di Sulut antara 10.000 hingga 15.000
ton. Dan tahun 2011 ini, bias mencapai 10.000 ton. (136)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
