Petani dan Nelayan NTT Harus Terus Berkreasi Kembangkan Produksi
Sabtu, 14 Juli 2012 | 8:33
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: Istimewa) [LEWOLEBA]
Dalam pertemuan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya
dengan ratusan petani dan nelayan tersebut untuk melakukan musyawarah
besar (Mubes) VI dari daratan, Flores Alor dan Lembata di Desa
Dikesare Kecamatan Leba Tukan Kabupaten Lembata Provinsi NTT, Sabtu
(14/7).
Utusan
para Petani dan Nelayan dari delapan kabupaten yang ada pulau Flores
sebanyak 200 orang, kabupaten Lembata sebanyak 300 orang dan kabupaten
Alor
sebanyak 200 orang peserta itu untuk membahas
bagaimana cara dalam tata produksi, distribusi dan komsumsi menuju
kedaulatan pangan di NTT.
Mubes
itu sering dilakukan oleh 10 kabupaten ke lima kali dan yang lebih
meriah karena menjelang musim tanam tahun 2012 serta kesiapan petani
untuk menghadapi
musim tanam ini lebih dari tahun-tahun sebelumnya.
Hadir
dalam acara tersebut, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan Ibu Lucia
Adinda Lebu Raya, Sony Keraf dan Ibu, Bupati Lembata, dan Wakil Bupati
Lembata,
Anggota DPRD Kabupatern Lembata serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Lembata,
Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi, Alex
Sena, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Petrus Manuk, Kepala Biro Kesra
Setda NTT, Andreas Kia Nuhan dan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh
agama serta ribuan masyarakat Lembata dalam mendukung
ketahanan pangan serta kompaye komsumsi pangan local hasil keringat
sendiri.
Dalam
sambutan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengajak para petani dan
nelayan bahwa petani dan nelayan merupakan pahlawan dalam mencari dan
mengelolah
serta menghasilkan untuk pemenuhan kebutuhan kita sehari-hari. “Kalau
suatu saat semua
petani tidak lagi menanam padi, jagung dan sayur,
nelayan tidak mencari ikan, kita mau makan apa. Walaupun kita banyak
uang, tetapi mau beli sayur, ikan dan beras tidak tersedia maka itu
merupakan sebuah masalah yang sangat besar.
Oleh sebab itu petani dan nelayan boleh kita sebut para pahlawan,” kata Frans Lebu Raya.
Frans
Lebu Raya, mengatakan, “Petani terus melakukan kreasi, inovasi dalam
pengembangan usahanya sebab saya sebagai Gubernur NTT mendukung
sepenuhnya
dalam setiap semua usaha dalam bentuk yang baik. Saya juga meminta
kepada para bupati agar bantulah petani dengan memberikan penggunaan
traktor untuk pengolahan lahan dengan tidak memungut biaya. Berikan
penyuluhan kepada petani untuk menanam tepat waktunya
serta bercocok tanam yang baik dan benar lebih modern sehingga
hasilnyapun lebih baik,” ungkap Frans Lebu Raya.
Gubernur
NTT, Frans Lebu Raya, meminta para petani dan nelayan jangan berkecil
hati, karena selama ini masyarakat di luar NTT menyebut NTT daerah
miskin.
Pada saat ini saya minta kita harus menunjukkan bahwa kita tidak
miskin. Kalimat miskin itu kita perlu hilangkan. Hilangkan imeds yang
sering disebut masyarakat luar NTT. Mari kita bergandengan tangan
membangun kebersamaan dan gotong royong sangat membantu
satu sama yang lainnya untuk mencapai kesuksesan dan kesejahteraan
rumah tangga kita,” jelas Frans Lebu Raya.
“Jangan
malu makan jangung, ubi, pisang dan lauknya ikan hasil tangkapan para
nelayan. Karena makanan ini memiliki gizi tinggi. Saya ini anak seorang
petani, sejak kecil makan jagung, toh bisa jadi gubernur. Bukan mereka
yang setiap saat makan nasi saja yang bisa jadi gubernur, itu pandangan
salah. Saya bisa jadi Gubernur. Pak Sony Keraf bisa jadi menteri. Dulu
kami ini makan jagung, karena nasi sulit didapati,”
jelas Frans Lebu Raya.
Masyarakat
Flores Timur dan Lembata ini paling banyak merantau ke Malaysia karena
malas kerja kebun. Toh pulang dari Malaysia tetap kerja kebun. Oleh
sebab itu mari kita lakukan kreatif dalam melakukan usaha pertanian,
dengan menanam tanaman yang produktif jangka panjang dan menengah,
peliharalah ternak seperti sapi, kambing, babi dan ayam. Nelayan
kembangkan usaha selain tangkap ikan rumput laut juga dikembangkan
sehingga menambah penghasilan. Bagi yang mendapat bantuan kembangkan
terus usaha dan bantu memberikan solusi pemikiran kepada kelompok yang
belum berhasil mengembangkan usaha nelayan.
“Ajaklah
sahabat, teman untuk terus mengembangkan usaha nelayan. Sebab
pemerintah akan terus membantu serta mendorong semua usaha yang
mendatangkan kesejahteraan
keluarga. Sebab di Lembata sangat cocok kembangkan rumput laut. Jangan
malu, jangan iri, jangan egois, hilangkan sifat yang buruk yang
mendatangkan malah petaka. Ciptakan kedamaian, saling mendukung dalam
berusaha, membantu memberikan nasihat, pikiran yang
baik, ciptakan gorong royong untuk tumbuh kembangkan usaha
produktifitas dalam menghasilkan pangan local untuk kesejahteraan kita
sendiri,” minta Frans Lebu Raya.
(YOS).
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Diduga Ada Kesepakatan Hitam Ical-SBY
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
FUI Bogor Minta Kejagung Bekukan Ormas LDII
Arab Saudi Minta Haji Tahun Ini Ditunda
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
