SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip

Persipura Tak Main di Champions Asia, PSSI Sakiti Hati Papua
Selasa, 6 Desember 2011 | 11:53

Kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa sedang berlari sambil membawa Piala  Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011 di Stadion Mandala Jayapura, Minggu ( 19/6) malam.  (Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi)
Kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa sedang berlari sambil membawa Piala Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011 di Stadion Mandala Jayapura, Minggu ( 19/6) malam. (Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi)

[JAYAPURA] Tindakan pengurus PSSI yang dengan sengaja mengganjal Persipura Jayapura sehingga tak bisa tampil di ajang Liga Champion Asia (LCA), dinilai telah menyakiti perasaan masyarakat Papua. Klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut tak akan tinggal diam. Mereka akan mengajukan tuntutan dan proses hukum, atas apa yang dilakukan PSSI.  

“Selama ini sepak bola dianggap sebagai harkat dan martabat masyarakat Papua, sehingga perbuatan PSSI yang mencekal Persipura di ajang Liga Champion Asia (LCA), sama saja merendahkan harkat orang Papua. Kenapa kami di Papua sering diperlakukan begini,” kata Ketua Umum Persipura  Benhur Tomi Mano di Jayapura, baru-baru ini.  

Dia mengatakan, sejak awal PSSI sudah menunjukan sikap tidak baik dengan mengancam semua tim yang berlaga di ajang Liga Super Indonesia (LSI), karena tak mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) yang mereka selenggarakan.  

“Kami semua tahu kalau PT Badan Liga Indonesia (BLI) juga diakui oleh Konfedrasi Sepakbola Asia (AFC) untuk menggelar kompetisi di Indonesia. Jadi wajar jika Persipura sebagai tim profesional mengikuti kompetisinya,” papar Tomi Mano yang kesehariannya adalah Wali Kota Jayapura. 

 Lebih lanjut ia mengatakan, PSSI  merupakan pihak yang meminta kepada AFC agar Persipura tak diikutkan dalam LCA, dan digantikan dengan Arema atau mengusulkan tim asal Singapura.  

“Persipura punya hak berlaga di LCA karena prestasi mereka. Lalu apa hak PSSI menjegalnya, apakah hanya karena tak ikut LPI. Sungguh aneh sikap PSSI, Persipura yang bisa mengharumkan nama negara di ajang LCA, justru usulkan ganti dengan tim Singapura. Ini murni persekongkolan jahat PSSI,” sambungnya.  

Tomi Mano juga membeberkan alasan tim kebanggaan masyarakat Papua itu tak mengikuti LPI yang diklaim PSSI sebagai kompetisi resmi, justru sebaliknya mengikuti LSI. Dikatakannya, pada awalnya Persipura sudah siap dan mengisi formulir untuk tampil di LPI. Namun, mereka juga meminta syarat agar jumlah peserta harus sesuai hasil  

Kongres PSSI di Bali, yakni 18 tim saja. Selain itu, sesuai statuta kongres PSSI di Bali, kubu Persipura juga minta saham klub kembali menjadi 99 persen milik klub dan satu persen milik PSSI, dan menolak aturan baru LPI, yakni saham klub 70 persen milik Ketua PSSI dan 30 persen milik klub.  

“Kami juga meminta PSSI menghadirkan semua klub di Indonesia untuk duduk bersama, serta Persipura sebagai juara liga musim lalu, harus melakoni laga perdana di kandangnya, sebagai apresiasi seperti biasanya dilakukan tiap awal kompetisi,” katanya.  

Namun, kata Tomi, surat resmi dari manajemen Persipura itu tak pernah ditanggapi, dan justru tiga orang petinggi PSSI, yakni Saleh Mukadar, Usman Fakaubun dan Wijayanto, datang ke Jayapura dan menemuinya.

Baru di awal bulan November lalu, lanjutnya, datang surat jawaban PSSI pada Persipura, yang isinya juga sangat membingungkan, sehingga dirinya mengutus sekretaris umum tim, Thamrin Sagala mengikuti pertemuan LPI.  

“Ternyata tidak berubah dan tetap saja 24 tim yang tercatat sebagai peserta LPI. Ini sangat merugikan, karena menjadikan kompetisi sangat padat. Lagipula, sebagian tim yang dipaksakan masuk masih terkena sanksi,” katanya.  

Persipura, lanjut dia, akhirnya memutuskan ikut LSI yang digelar PT BLI, ketika CEO-nya Djoko Driyono datang dan menawarkan pada manajemen, serta menyetujui semua syaratnya.  

Sementara itu, Deputi Sekjen PSSI Saleh Mukadar mengatakan, PSSI jangan disalahkan menyusul turunnya surat dari AFC berkaitan dengan pencoretan Persipura di LCA musim ini. “Harusnya Persipura meminta pertanggungjawaban kepada CEO PT Liga Indonesia,” katanya, kemarin.   

Menurut dia, sebelum bergulirnya ISL yang dikelola PT Liga Indonesia, pengurus PSSI mendatangi Gubernur Papua dimana Persipura bernaung, untuk meminta kepada pengurus Papua tidak mengikuti kompetisi di luar PSSI. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapat jawaban, akhirnya Persipura memilih ISL ketimbang IPL yang dikelola PT LPIS.

Menurut Saleh, di badan ad-hoc AFC, ada tiga wakil Indonesia yakni Ketum PSSI Djohar Arifin Husin, Widjayanto selaku CEO LPIS dan wakil Persipura Rudy Maswi.

”Harusnya Persipura sudah tahu jika ada sanksi jika mengikuti kompetisi yang bukan dilaksanakan PSSI. Rudy Maswi yang duduk di pengurusan ad hoc AFC harus ditanyai sendiri oleh Persipura,” katanya.

Pada bagian lain,  sebanyak empat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI menolak panggilan Majelis Etik PSSI untuk hadir di Jakarta pada Selasa (6/12). “Kami menolak untuk hadir. Kami memang mendapat undangan dari Sekjen PSSI mengenai panggilan dari Majelis Etik, Besok (Selasa). Namun tidak dijelaskan materi pemanggilan tersebut" kata anggota Exco La Nyalla Mattalitti.   Keempat anggota Exco yang dipanggil itu adalah La Nyalla M. Mattallitti, Robertho Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Toni Aprilani.

La Nyalla yang juga Komite Hukum PSSI itu menegaskan keberatan mereka atas panggilan Majelis Etik PSSI itu. Empat anggota Komite Eksekutif PSSI itu sebelumnya dianggap banyak berseberangan dengan kebijakan ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Mereka tidak sepakat karena kebijakan-kebijakan PSSI saat ini menyalahi Statuta PSSI, salah satunya adalah kebijakan mengenai kompetisi yang menggulirkan LPI.

”Kami tidak pernah diundang dalam rapat formal padahal kami anggota Exco,” katanya.

Ia juga menilai bahwa pihaknya tidak pernah mengenal Majelis Etik dalam Statuta PSSI maupun aturan lainnya. [Ant/HPS/M-17]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN