Persilahkan TNI Usir Aksi Buruh, Sikap Pangdam Jaya Berlebihan
Sabtu, 4 Februari 2012 | 9:50
Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris [google] [JAKARTA] Pegiat HAM Usman Hamid menyatakan, pihaknya
mendukung berbagai serikat buruh untuk tetap melanjutkan aksi-aksi
memperjuangkan kesejahteraan buruh.
“Kesejahteraan buruh adalah perwujudan cita-cita
kesejahteraan rakyat keseluruhan. Pernyataan Pangdam Jaya terkait demo buruh
adalah pernyataan yang semakin menunjukkan dukungan militer kepada pemilik
modal yang membayar murah upah buruh,” katanya, kepada SP, di Jakarta, Sabtu
(4/2).
Usman menanggapi pernyataan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Waris
yang dinilai telah mempertontonkan sikap berlebihan saat memimpin apel
gelar pasukan pengamanan unjuk rasa buruh di Lapangan Parkir Timur, Jakarta
Pusat, Rabu (1/2) lalu.
Saat itu, Pangdam menyatakan akan mempertaruhkan jabatan,
bahkan nyawanya serta mempersilakan personel TNI memukul dan mengusir
demonstrasi buruh Tangerang Raya yang akan menuntut penolakan gugatan Asosiasi
Pengusaha Indonesia (Apindo) terhadap Revisi Upah Provinsi Banten, Kamis
(9/2) mendatang jika dianggap mengganggu obyek vital
Mantan Koordinator Kontras ini menegaskan, pernyataan
Pangdam Jaya ingin memanfaatkan celah UU TNI yang menyebutkan TNI bisa
dilibatkan dalam penanganan konflik komunal dan buruh.
“Ketentuan ini harus diubah dan kalaupun mau dilaksanakan
harus dengan perintah otoritas sipil dan persetujuan politik DPR,” katanya.
Selain itu, Usman melanjutkan, pernyataan Pangdam Jaya juga
memberikan sinyal politik negatif terselubung mengingat banyak perwira senior
militer yang menjadi komisaris atau membekingi berbagai perusahaan yang telah,
sedang maupun diprotes oleh serikat buruh.
“Jika dibiarkan maka pernyataan tersebut bisa berujung pada
penyalahgunaan prajurit-prajurit militer di tingkat bawah hanya demi
kepentingan segelintir elite militer,” katanya.
Karena itu, katanya, pernyataan Pangdam Jaya sama sekali tak
dibenarkan. “Kami mengimbau para prajurit militer untuk menolaknya. Jika ada
arahan atau melibatkan prajurit dalam bidang yang jelas bukan bidang
pertahanan,” katanya. [W-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ada Oknum Komisi I DPR RI Yang Nikmati Uang Sukhoi Yang Jatuh di Gunung Salak
Kotak Hitam Pesawat Sukhoi Ditemukan dalam Kondisi Baik
Fahri: KPK Gagal Berantas Korupsi Sistemik
Invitasi Bolabasket Alumni SMA se-Jakarta
Biayanya Mahal, Jokowi Tak Akan Pasang Iklan
Pastikan Semua Jenazah Terevakuasi, Tim SAR Sapu Lokasi Jatuhnya Sukhoi
KPK Perpanjang Masa Tahanan Angie
Jokowi Terima Penghargaan TPID Terbaik
Kader Demokrat Masih Juga Menganggap Ani Yudhoyono Layak Jadi Capres
Ketua Umum PGI: Sosialisasikan 4 Pilar Bangsa ke Para Pemimpin Bangsa
