Perhitungan Cepat KPU NTT, Frenly 31,64 Persen
Rabu, 20 Maret 2013 | 5:32
Ilustrasi Pilkada [google] [KUPANG] Hasil perolehan suara pemilihan kepala daerah
(Pilkada) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (18/3), pasangan Frans Lebu Raya
- Benediktus A Litelnoni atau paket Frenly terus memimpin dengan dengan jumlah
507,324 suara atau 31,64% sesuai data Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT pada
pukul 21.00 Wita.
Sementara Ibrahim Agustinus Medah -Emanuel Melkiades
Lakalena (Tunas) menggeser posisi Esthon-Paul Talo ke urutan
ketiga. Peolehan suara untuk paket Tunas
388.641 atau 24,24% dan Esthon-Paul Talo
376.474 atau 23,48%.
Sedangkan untuk paket Cristal 174.796 atau 10,90%, menempati
urutan ke empat dan BKH-Nope di posisi ke lima dengan jumlah suara
sebanyak 156.220 atau 9.74% dengan total
suara yang masuk ke KPU NTT hingga malam ini sejumlah 1.603.455 atau 52.97%
dengan total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.027,283.
Sementara itu,
pasangan Esthon Foenay-Paul Tallo yang diusung Partai Gerindra dan PDS
bersama pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Emanuel Melkiades Laka Lena mengajukan
protes ke KPU NTT terkait tabulasi data yang dikeluarkan, karena mengganggu
konsentrasi dan psikologis masyarakat, terutama para pendukung mereka di tingkat
bawah.
“Hasil yang dirilis itu sangat berdampak pada psikologi
masyarakat terutama para pendukung di tingkat bawah,” kata anggota tim Tunas,
Anwar Pua Geno saat bertemu Ketua KPU NTT, Johanis Depa, Selasa, (19/3).
Juru Bicara KPU, Djidon de Haan, mengatakan, data yang
diumumkan KPU merupakan data sementara yang dihimpun dari formulir C-1 KWK
kabupaten dan kota se- NTT.
Data yang disampaikan itu belum menghimpun semua
tempat pemungutan suara (TPS).
“Tidak ada yang bermain dengan perhitungan sementara yang
diumumkan itu. KPU tidak melakukan perhitungan cepat, hanya melakukan
rekapitulasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Djidon de Haan. [Yos/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
