Peninggian Separator Busway Rusak Estetika Kota
Rabu, 5 Oktober 2011 | 11:53
Ilustrasi [google] [JAKARTA]
Rencana pembangunan separator busway setinggi setengah meter dinilai akan
merusak estetika kota. Pembuatan separator baru yang dibuat dari land concrete itu akan mempersempit jalan raya dan berpotensi
menyebabkan kecelakaan.
“Saya
tak bisa mengerti kajian apa yang dibuat Dishub terkait rencana peninggian
separator busway hingga setengah meter. Saya tidak bisa bayangkan seperti apa
wajah kota Jakarta bila itu benar-benar direalisasikan,” tutur pengamat tata
kota Nirwono Joga kepada SP di
Jakarta, Rabu (5/10).
Menurutnya, pembuatan separator itu memboroskan anggaran
yang nilainya mencapai Rp 180 miliar. Padahal, tujuannya hanya agar kendaraan
lain tidak menerobos jalur busway.
Nirwono
mencontohkan, di Istanbul, Turki, peninggian pembatas jalan angkutan umum
massal hanya menggunakan kawat baja. Membuat pembatas jalan dengan kawat baja
juga tidak membutuhkan biaya besar yang membebani APBD.
“Dishub
DKI tidak boleh mengkaji separator hanya dari pihak Transjakarta. Jalur
kendaraan di samping separator juga harus diperhatikan karena hal itu juga
menyangkut kepentingan publik,” katanya.
Nirwono
menyarankan agar Pemprov DKI mengganti pembatas jalur busway dengan kawasan
hijau. Kawasan hijau itu dapat dibuat dengan membuat kawat baja dan
disampingnya ditanami tumbuhan.
“Daripada
memboroskan anggaran untuk hal yang tidak penting, lebih bagus pembatasnya
dijadikan kawasan hijau. Ini juga dapat membuat jalur busway tampak asri.
Anggaran untuk itu, saya kira tidak sampai ratusan miliar rupiah,” saran dia.
Dinas
Perhubungan DKI Jakarta berencana meninggikan separator busway setinggi 50
sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Untuk merealisasikan rencana itu,
setidaknya dibutuhkan anggaran hingga Rp 180 miliar.
Kepala
Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Bernhard
Hutajulu menerangkan, pembuatan separator busway itu baru sebatas rencana.
Saat
ini, Dishub masih mengkaji rencana tersebut.
Dikatakan,
separator tersebut akan dibuat dari beton. Peninggian separator ini merupakan
pengganti dari rencana penerapan sistem lawan arah lalu lintas (contra flow) yang batal dilaksanakan.
Perkuatan
separator, menurutnya, dilakukan dengan belajar pengelolaan sistem busway di
Istanbul, Turki. Sejak jalur khusus busway dibangun, dari awal hingga sekarang,
jalur khusus tersebut dibangun pagar bertali kawat disepanjang koridor busway.
Selain itu, untuk perputaran dibangun
perputaran tidak sebidang yaitu dengan membangun perputaran underpass dan flyover (jalan layang). Sehingga, tidak ada mobil yang masuk ke
jalur busway dan memotong jalur tersebut sembarangan.
Separator
baru itu, lanjut Benhard, akan dipasang di semua jalur busway di sepanjang 180
kilometer. Dengan ketinggian separator setengah meter diharapkan mampu membuat
pengendara lain tidak lagi masuk jalur busway.
“Rencana ini untuk kepentingan jangka
panjang. Kami hanya ingin mendorong agar angkutan umum jadi prioritas. Dengan
jalur busway yang steril dan penambahan armada yang cukup, ke depan busway
menjadi pilihan bertransportasi warga Jakarta,” tandasnya. [H-14]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
