Penghematan Eropa Dorong Kemarahan Buruh
Rabu, 2 Mei 2012 | 11:29
Aksi demo menyambut hari buruh di New York, AS [AFP] [PARIS] Hari Buruh internasional dirayakan di Amerika
Serikat (AS) dan seluruh Eropa dengan puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke
jalan menyatakan kemarahannya terhadap pelaksanaan langkah-langkah penghematan
yang telah menyakiti perekonomian. Langkah-langkah penghematan dilihat telah
mencegah pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, bukan sebagai obat
memulihkan masalah fiskal.
Di New York, ratusan aktivis gerakan Anti Wall Street telah
memenuhi jalan-jalan Manhattan, Senin (1/5). Mereka sempat berkonfrontasi
dengan polisi sebelum akhirnya dipaksa minggir ke sisi jalan. Aksi unjuk rasa
telah memblokir jalan raya memaksa polisi menertibkan demonstrasi ke sisi
jalan. Mereka berteriak “Kami Rakyat, Bersatu”.
“Banyak yang kami lihat salah, termasuk sistemnya, karena
korporasi terlalu banyak mempengaruhi konggres,” kata penyelenggara “Duduki
Wall Street” Alexis Goldstein.
Di Spanyol, sekitar satu juta orang, dipimpin serikat
pekerja, melakukan aksi unjuk rasa di 80 kota. Serikat Buruh mengungkapkan
sekitar 10.000 orang berdemonstrasi di Barcelona.
Spanyol telah memasuki resesi ekonomi kedua dalam tiga tahun
terakhir, bergabung dengan 11 negara Eropa lainnya. Serikat buruh telah
memperingatkan kerusuhan akan meningkat jika pemerintah Perdana Menteri Mariano
Rajoy mendorong langkah-langkah penghematan untuk memenuhi target defisit
anggaran, sementara 5,6 juta orang menganggur. Langkah-langkah penghematan
Spanyol akan menghapus pelayanan publik di negara itu.
“Hari Buruh kali ini melawan penghancuran lapangan kerja dan
mendukung alternatif lain,” kata Candido Mendez, pemimpin The Union General de Trabajadores (UGT), satu dari serikat buruh
utama Spanyol.
Di Jerman, lokomotif Eropa, ratusan ribu pekerja turun ke
jalan menuntut kenaikan gaji. Serikat buruh menuntut kenaikan gaji 6,5 persen,
setelah biaya hidup semakin tinggi akibat krisis zona euro. Federasi Serikat
Buruh Jerman mengatakan lebih dari 400.000 anggota serikat telah turun ke
jalan. Kepala federasi, Michael Sommer, mengkritik langkah-langkah penghematan
di seluruh Eropa sebagai berbahaya. Dia juga menyerukan pertumbuhan lebih
tinggi.
“Jumlah orang terlibat mencerminkan ketidakbahagiaan dari
anggota serikat terhadap kebijakan krisis pemerintah Jerman dan langkah-langkah
penghematan kaku di Eropa,” kata Sommer.
Di Berlin, ribuan orang turun ke jalan menuntut kenaikan
gaji. Serikat buruh utama Jerman, IG-Metall, memperingatkan akan adanya
pemogokan dan diperkirakan berlanjut hingga Rabu (2/5) di jantung industri
Jerman negara bagian Nordrhein-Westfalen. Aksi itu dilakukan hingga mendapat
respon dari pemerintah.
“Setelah bertahun-tahun pemotongan gaji secara riil, setelah
bertahun-tahun kerja membangun negara melalui krisis dan membantu menyelamatkan
banyak perusahaan dan pekerjaan, sekarang giliran kami, kita perlu mendapat
kenaikan gaji yang layak,” kata Sommer.
Jerman merupakan negara ekonomi terbesar di Eropa dengan
tingkat pengangguran terendah 6,7 persen, dibanding dengan negara-negara
zona-euro yang memiliki dua digit.
Serikat Buruh berkelit bahwa mereka memiliki alasan meminta
kenaikan gaji. Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen memperoleh kenaikan laba
sebesar 10 persen dengan nilai US$ 4,2 miliar pada kuartal pertama. [AFP/New York Times/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
