SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Penghematan Eropa Dorong Kemarahan Buruh
Rabu, 2 Mei 2012 | 11:29

Aksi demo menyambut hari buruh di New York, AS [AFP] Aksi demo menyambut hari buruh di New York, AS [AFP]

[PARIS] Hari Buruh internasional dirayakan di Amerika Serikat (AS) dan seluruh Eropa dengan puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan menyatakan kemarahannya terhadap pelaksanaan langkah-langkah penghematan yang telah menyakiti perekonomian. Langkah-langkah penghematan dilihat telah mencegah pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, bukan sebagai obat memulihkan masalah fiskal.  

Di New York, ratusan aktivis gerakan Anti Wall Street telah memenuhi jalan-jalan Manhattan, Senin (1/5). Mereka sempat berkonfrontasi dengan polisi sebelum akhirnya dipaksa minggir ke sisi jalan. Aksi unjuk rasa telah memblokir jalan raya memaksa polisi menertibkan demonstrasi ke sisi jalan. Mereka berteriak “Kami Rakyat, Bersatu”.  

“Banyak yang kami lihat salah, termasuk sistemnya, karena korporasi terlalu banyak mempengaruhi konggres,” kata penyelenggara “Duduki Wall Street” Alexis Goldstein.   

Di Spanyol, sekitar satu juta orang, dipimpin serikat pekerja, melakukan aksi unjuk rasa di 80 kota. Serikat Buruh mengungkapkan sekitar 10.000 orang berdemonstrasi di Barcelona.  

Spanyol telah memasuki resesi ekonomi kedua dalam tiga tahun terakhir, bergabung dengan 11 negara Eropa lainnya. Serikat buruh telah memperingatkan kerusuhan akan meningkat jika pemerintah Perdana Menteri Mariano Rajoy mendorong langkah-langkah penghematan untuk memenuhi target defisit anggaran, sementara 5,6 juta orang menganggur. Langkah-langkah penghematan Spanyol akan menghapus pelayanan publik di negara itu.  

“Hari Buruh kali ini melawan penghancuran lapangan kerja dan mendukung alternatif lain,” kata Candido Mendez, pemimpin The Union General de Trabajadores (UGT), satu dari serikat buruh utama Spanyol.  

Di Jerman, lokomotif Eropa, ratusan ribu pekerja turun ke jalan menuntut kenaikan gaji. Serikat buruh menuntut kenaikan gaji 6,5 persen, setelah biaya hidup semakin tinggi akibat krisis zona euro. Federasi Serikat Buruh Jerman mengatakan lebih dari 400.000 anggota serikat telah turun ke jalan. Kepala federasi, Michael Sommer, mengkritik langkah-langkah penghematan di seluruh Eropa sebagai berbahaya. Dia juga menyerukan pertumbuhan lebih tinggi.  

“Jumlah orang terlibat mencerminkan ketidakbahagiaan dari anggota serikat terhadap kebijakan krisis pemerintah Jerman dan langkah-langkah penghematan kaku di Eropa,” kata Sommer.       

Di Berlin, ribuan orang turun ke jalan menuntut kenaikan gaji. Serikat buruh utama Jerman, IG-Metall, memperingatkan akan adanya pemogokan dan diperkirakan berlanjut hingga Rabu (2/5) di jantung industri Jerman negara bagian Nordrhein-Westfalen. Aksi itu dilakukan hingga mendapat respon dari pemerintah. “Setelah bertahun-tahun pemotongan gaji secara riil, setelah bertahun-tahun kerja membangun negara melalui krisis dan membantu menyelamatkan banyak perusahaan dan pekerjaan, sekarang giliran kami, kita perlu mendapat kenaikan gaji yang layak,” kata Sommer.  

Jerman merupakan negara ekonomi terbesar di Eropa dengan tingkat pengangguran terendah 6,7 persen, dibanding dengan negara-negara zona-euro yang memiliki dua digit. Serikat Buruh berkelit bahwa mereka memiliki alasan meminta kenaikan gaji. Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen memperoleh kenaikan laba sebesar 10 persen dengan nilai US$ 4,2 miliar pada kuartal pertama.  [AFP/New York Times/D-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN