Penembakan Kepala Desa, Pimpinan TPN-OPM Sangkal Tuduhan Aparat
Selasa, 3 Juli 2012 | 10:58
Stop kekerasan di Papua [google] [JAYAPURA]
Koordinator Umum Organisasi Papua Merdeka (OPM) Lambert Pekikir
mengaku telah melakukan aksi penembakan terhadap mobil TNI Yonif 431 di
Kampung Sawitami Distrik Arso Kabupaten Keerom. Namun, dia menyangkal
telah menembak Yohanes Yanufrom (30) Kepala Desa Sawi Tami, Distrik Arso Timur
Kabupaten Kerom.
“Saya berterima kasih kepada Kapolda Papua yang telah
menuduh saya melakukan penembakan, hingga mengakibatkan Jon (Johannes
Yanupron, Red) meninggal dunia. Tapi ingat, dia itu anak saya, dan dia
telah bertemu saya pada tanggal 29 Juni lalu. Jadi, apakah kami yang
menembaknya?” kata Lambertus Peukikir saat dihubungi, Selasa (3/7)
pukul 07.50 WIT.
Dikatakan, memang benar kelompoknya yang menembaki
mobil Yonif 431. “Kami sudah mengendap sejak pukul 05.00 WIT pagi, Minggu (1/7). Saat Jon lewat di lokasi
tersebut, kami menyuruhnya kembali ke rumahnya. Saat kembali itulah, dari jarak
100 meter tampak mobil Yonif 431 dan kami lakukan penembakan terhadap
mobil. Seusai penembakan, kami kembali ke hutan,” tegasnya.
Dia mengaku kaget setelah di dalam hutan mendengar
kabar bahwa John tewas. “Dia itu adik dan anak saya. Saya menolak jika disebut
bahwa peluru yang menewaskan Jhon berasal dari kami. Kami masih mencari
tahu peluru siapa sebenarnya yang mengenai Johanes Yanupron,” tandasnya.
Sebelumnya, seusai upacara HUT ke-66
Bhayangkara di Lapangan Brimob, Kotaraja, Jayapura, Senin (2/7), Kapolda
Papua, Irjen Pol Drs BL Tobing menyampaikan keterangan bahwa
Koordinator OPM, yang bermarkas di wilayah perbatasan
RI-Papua New Guinea (PNG) Lambert Peukikir harus bertanggung
jawab terkait aksi penembakan pada HUT OPM 1 Juli
2012, yang mengakibatkan tewasnya Yohanes Yanupron (33).
Kapolda yang didampingi Penjabat Gubernur Papua
Dr Drs H Syamsul Arief Rivai MS dan Pangdam
XVII/Cenderawasih
Mayjen TNI Mohamad Erwin
Syafitri menegaskan, pihaknya masih berupaya mendalami motif
dibalik aksi penembakan tersebut.
“Kami bersama TNI melakukan penyisiran di
sekitar lokasi penembakan itu untuk mengungkap
para pelaku. Sepanjang dia di wilayah hukum RI, kami akan
proses sesuai,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat Papua agar tetap
bersabar, karena tak mudah mengungkap kasus seperti itu. “Karena
itu, TNI-Polri telah sepakat untuk segera meringkus para pelaku.
Apabila dibiarkan kelompok ini akan terus berkembang,” katanya.
Disinggung tentang proyektil di lokasi penembakan,
katanya, pihaknya sampai kini belum menemukan proyektil.
“Bahkan , kami sudah berupaya mencari menggunakan alat deteksi logam
untuk mengetahui jenis proyektil yang menembus tubuh korban.
Kami belum tahu senjata apa yang digunakan, tapi patut
diduga tak beda dengan
aksi sesaat sebelum penembakan terhadap iring-
iringan mobil Danyon 431 Kostrad Letkol (Inf) Indarto di
Sawiyatami, Wembi, Keerom, Jayapura, Minggu kemarin,” ujarnya.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Mohamad
Erwin Syafitri mengatakan, OPM yang diduga membuka markas di
wilayah perbatasan RI- PNG telah menjadi target operasi TNI.
Bahkan, TNI-Polri telah bertekad tak akan membiarkan mereka
berkembang. “Selama ini, kami cukup intensif untuk
menyikapinya. Selama mereka masih di wilayah
NKRI, hukum akan ditegakkan bagi mereka. Kapasitas kami TNI
sepenuhnya mendukung hal itu,” tegas Pangdam.
Gubernur Papua memohon kepada aparat
TNI-Polri untuk mengusut
tuntas aksi penembakan terhadap kepala desa
tersebut. “Ini adalah negara hukum. Hukum itu harus ditegakkan. Itu
juga merupakan bagian dari mengangkat harkat dan
martabat rakyat Papua, karena hukum itu juga melindungi,
baik langsung maupun tak langsung rakyat Papua,” ujarnya.
Sementara
itu, Dandim 1701 Jayapura, Letkol Inf Rano Tilaar saat dihubungi SP, Selasa
pagi mengaku, pengejaran pelaku terus dilakukan. “Kami berhasil menemukan
satu pucuk senjata rakitan dan slongsong peluru dengan jenis peluru dobolhop
dan sebuah parang panjang,” katanya di Markas Kotif Yonif Linud 431/SSP.
Dikatakan,
tampaknya, senjata rakitan yang ditemukan sama dengan video streaming Lamberth
Pekikir. Dalam video tersebut, Lamberth Pekikir menyampaikan pidatonya dan
sedang dikawal oleh anggotanya dengan bersenjatakan senjata rakitan, yang
jenisnya sama dengan yang ditemukan pihak TNI.
Letkol Inf
Rano Tilaar juga menghadirkan barang bukti berupa senapan rakitan, sebilah
parang, dan selongsong peluru, serta saksi-saksi. “Dugaan kuat, kelompok
bersenjata itu adalah orangnya Lamberth Pekikir. Kami akan terus mengejar
mereka,” katanya. [154]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
