Penanggulangan Masalah Rokok Turunkan Angka Kemiskinan
Jumat, 12 November 2010 | 20:33
[JAKARTA] Salah satu cara mengentaskan kemiskinan yakni dengan menanggulangi permasalahan rokok di dalam negeri. Rata-rata konsumen rokok justru berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Prof Farid Anfasa Moeloek mengutarakan, masalah rokok di Indonesia kini sudah sangat memprihatinkan. Terutama, untuk golongan masyarakat miskin.
"Dari data Lembaga Demografi FEUI dan Bappenas dinyatakan bahwa jika ingin mengentaskan kemiskinan maka masalah rokok harus ditanggulangi dengan sebaik-baiknya. Karena, sebagian dari masyarakat miskin adalah perokok, bahkan, rokok menjadi konsumsi setelah padi-padian," kata Prof Moeloek usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (12/11).
Diceritakan, anak-anak yang seharusnya bisa mendapatkan gizi yang lebih baik, tapi terhalang juga berdampak pada perkembangan di masa pertumbuhan. Itu tak lain karena pengeluarannya digunakan untuk membeli rokok ketimbang makanan yang bergizi.
Apabila ingin mengentaskan kemiskinan, mencapai indikator Millenium Development Goal's (MDGs) maka masalah rokok harus ditanggulangi. Apalagi rokok mengandung zat adiktif yang sangat berbahaya, yakni nikotin. Dikemukakan, yang menjadi target pengguna rokok saat ini adalah anak-anak muda dan perempuan. [D-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Tokoh Muda NU Galang Petisi Tolak Award Terhadap SBY
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
