SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Pemerintah Siap Tindaklanjuti Rekomendasi NU
Senin, 17 September 2012 | 12:35

Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama

[CIREBON] Secara umum pemerintah menerima dan menyambut baik rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU). Pemerintah akan mengkaji, mempelajari dan menindaklanjuti rekomendasi Munas-Konbes.

Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan sambutan dalam acara penutupan Munas-Konbes NU, di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/9).   "Dari draft rekomendasi yang saya terima. Secara umum pemikirannya sama dengan pemerintah. Pemerintah satu hati dengan NU," kata Presiden Yudhoyono.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Koordinator  Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono serta sejumlah duta besar negara sahabat. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Aburzial Bakrie juga tampak hadir, termasuk Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

Presiden berpendapat rekomendasi itu sangat posistif untuk menyelesaikan masalah yang dialami bangsa. Presiden meminta hasil rekomendasi bisa diteruskan kepada seluruh lembaga negara, aparat penegak hukum, serta para pemuka agama termasuk masyarakat luas khususnya warga Nahdliyin.  

"Sistem pemerintahan yang berlaku sekarang adalah pemerintahan yang menganut desentralisasi dan otonomi daerah. Karena itu harus dimaknai pemerintah pusat, daerah dan jajarannya. Saya berharap rekomendasi NU bisa diteruskan ke semua lembaga negara dan jajaran penegak hukum serta para pemuka agama apapun di Tanah Air," kata Presiden.

Presiden berharap dari Munas-Konbes, lahir pemikiran yang bijak dan cerdas. Pemikiran yang bukan hanya untuk jajaran NU melainkan untuk masyarakat bangsa, tapi juga untuk dunia.  

 "Saya ingin gunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para ulama atas perjuangannya sejak kebangkitan nasional pada era kemerdekaan dan terus berlanjut hingga era nasional, kepeloporan dan kegigihan NU dalam menegakkan NKRI berdasarkan Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika juga partispasi dan kontribusi NU dalam mengatasi persoalan bangsa termasuk mensejahterakan rakyat," ujar Presiden.

Presiden juga berterima kasih atas tekad NU dalam pemberantasan korupsi. Sebab, tekad itu sama dengan pemerintah. "Dengan dukungan NU kami akan konsisten dalam pemberantasan korupsi," imbuhnya.

Dikatakan, dari sebagian koruptor kebanyakan berasal dari partai politik yang dekat dengan dirinya. Namun, Presiden tetap bersikap adil. Diharapkan sikap tersebut dimiliki oleh pemimpin partai yang lainnya.   "Saya harus adil. Siapapun yang melakukan korupsia, hukum harus ditegakkan, mari kita dukung KPK, Jaksa dan Polri," tegasnya.

Presiden mengapresiasi desakan NU untuk membenahi masalah perpajakan. "Pajak itu sumber penerimaan terbesar negara. Kalau pengelolaan pajak jauh lebih baik, maka itu efektif bagi rakyat," tandasnya. [C-6]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN