Pemerintah Harus Serius Atasi Anarkisme yang Makin Marak
Rabu, 22 Agustus 2012 | 10:49
Eva Kusuma Sundari. [Antara] [JAKARTA] Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
mengecam aksi massa yg menyerang Tarekat At Tijaniyah Mutlak, di Kampung
Cisalopa, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) pada Hari Lebaran, yang
menewaskan empat korban.
Menurut Anggota Komisi III DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari, pemerintah
harus serius mengatasi tindakan anarkismme yang semakin marak dilakukan
massa maupun organisasi masyarakat (ormas).
Dia mengatakan, kehadiran provokator di tengah masyarakat seharusnya
sudah diantisipasi kepolisian setempat, sehingga insiden penyerangan
Tarekat At Tijaniyah Mutlak dapat dihindarkan.
"Polri sepatutnya memprioritaskan pengawasan dan deteksi dini potensi
konflik di Jabar sebagai propinsi yang frekuensi kekerasan anarkis
berlatar belakang agama paling tinggi di Indonesia, sehingga kasus
seperti ini tak terjadi dan menyebabkan korban jiwa," kata Eva, dalam
siaran pers yang diterima SP, Selasa (21/8).
Dia menegaskan, PDIP juga sangat memprihatinkan makin gampangnya masa
tersulut gosip dan makin permisifnya masyarakat terhadap kekerasan atau
main hakim sendiri, sehingga berdampak pada penghilangan nyawa.
Eva menilai, keberadaan aliran-aliran yang tidak mainstream sepatutnya
menjadi perhatian pembinaan Ormas besar seperti Nadhatul Ulama (NU) dan
Muhammdiyah agar membina komunikasi (tobbayun) sehingga dapat
menghindarkan keberadaan mereka menjadi sasaran kelompok garis keras
yang melihat persoalan dari kacamata kuda.
"Insiden ini juga menjadi sinyal adanya hubungan yang berjarak antara
pimpinan agama dan umat sehingga rentan disabot oleh kelompok-kelompok
anarkis," ujar Eva.
Selain meminta penegakkan hukum atas insiden tersebut, PDIP juga meminta
Menkopolhukam menyikapi serius dengan membuat kebijakan dan tindakan
khusus atas keberadaan ormas-ormas yang sering bertindak sebagai
provokator tindakan anarkisme.
"PDIP berharap trend atau kecenderungan tindakan anarkisme berlatar
belakang agama segera dihentikan sehingga tidak menodai upaya membangun
RI yang demokratis berdasar Pancasila dan sejalan dengan nilai-nilai
Islam yang moderat," kata Eva. [J-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
Inilah 45 Perempuan Penerima Duit Fathanah
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
