Pemerintah Gagal Penuhi Cita-cita Reformasi
Selasa, 22 Mei 2012 | 16:02
Ali Masykur Musa. [google] [JAKARTA] Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP
ISNU) Masa Khidmat 2012-2017 siap mengawal tegaknya Empat Pilar Berbangsa dan
Bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Hal itu dilakukan mengingat selama 14 tahun reformasi (1998-2012), pemerintah belum memenuhi
cita-cita reformasi, antara lain terkait keamanan, kemandirian, kesejahteraan,
kecerdasan, kewibawaan, harga diri, serta martabat bangsa di mata dunia
internasional.
Kompleksitas persoalan yang mendera bangsa Indonesia, mulai
dari soal kemiskinan hingga pengingkaran fitrah kemajemukan, disebabkan karena
kegagalan pemerintah menjadi imam atau lokomotif untuk mendefinisikan tujuan
nasional (national purpose) dan
kepentingan nasional (national interest).
Pencapaian tujuan nasional yang berjalan terseok-seok, serta
terpuruknya kepentingan nasional di bawah kepentingan asing dan kelompok,
bersumber dari krisis jatidiri bangsa (national
identity) akibat penggerogotan empat pilar kebangsaan tersebut.
Karena itu, PP ISNU siap mengawal dan mendukung gerakan
revitalisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara yang diinisiasi oleh Majelis
Permusyawaran Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur
Musa, dalam acara silaturahim dan audiensi PP ISNU bersama pimpinan MPR RI di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Selasa
(22/5).
Ali Masykur didampingi Wakil Ketua Umum PP ISNU Wahid
Nurudin, Sekretaris Jenderal PP ISNU M Kholid Syeirazi, jajaran Ketua dan
Bendahara. Rombongan yang diterima langsung oleh Ketua MPR-RI Taufik Kiemas dan
Wakil Ketua MPR RI Melani Leimina Suharli.
Ali Masykur menyitir empat cita-cita nasional sebagaimana
tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yang
belum sepenuhnya tercapai, yaitu
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Empat cita-cita nasional tersebut, katanya, merangkum empat
inti kebutuhan dasar warga negara, yang
hingga saat ini belum sepenuhnya dipenuhi pemerintah, yakni keamanan, kesejahteraan, kecerdasan, dan
kewibawaan/harga diri di mata bangsa-bangsa lain.
Karena itu, untuk meraih empat cita-cita nasional ini,
diperlukan penguatan empat pilar kebangsaan.
Sementara itu, Ketua
MPR RI Taufiq Kiemas menegaskan, pihaknya merasa senang dan tenang karena semua
pihak mendukung sosialisasi Empat Pilar
bangsa tersebut, termasuk Front Pembela Islam.
“FPI ini pernah saya ajak dialog di MPR RI dan mereka
mendukung 4 Pilar bangsa ini. Ternyata ketika berdialog dengan Ketua Umum FPI
Habib Rizieq, FPI itu tidak seganas seperti kita bayangkan. Karena itu, kelompok-kelompok yang keras dan mungkin kita
anggap anarkis selama ini harus kita undang untuk dialog bersama. Itu sangat
bagus,” tutur Taufiq.
Yang pasti kata Taufiq, dalam sosialisasi 4 pilar bangsa
tersebut mendapat dukungan besar dari pemerintah.
Hanya saja kesulitannya adalah dalam penerapan atau
aplikasinya di tengah masyarakat, mengingat kekerasan dan anarkisme yang mengatasnamakan
agama masih marak terjadi.
“Jadi, yang sulit soal 4 pilar bangsa ini adalah aplikasinya
di tengah masyarakat. Karena itu MPR RI tidak bisa sendiri menyosialisasikan
ini, melainkan harus dibantu oleh masyarakat termasuk ISNU,” tambah Taufiq Kiemas
lagi. [L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
