SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 26 Juli 2014
Pencarian Arsip

Pemerintah dan Masyarakat Wajib Menjaga Warisan Budaya
Senin, 28 November 2011 | 15:57

Plt Direktur Jendral Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Ukus Kuswara (Foto: SP/Hendro Situmorang) Plt Direktur Jendral Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Ukus Kuswara (Foto: SP/Hendro Situmorang)

[JAKARTA] Setelah tari saman asal provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda, pemerintah siapkan program pelestarian dan pengembangan agar tidak punah.

Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film (NBSF), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ukus Kuswara menuturkan, pihak pemerintah berupaya melestarikan warisan budaya Indonesia supaya tidak punah. Masyarakat pun diharapkan demikian. Tidak hanya melestarikan warisan budaya yang sudah diakui oleh UNESCO, tetapi semua warisan budaya Indonesia.

Dalam upaya pelestarian ini pemerintah dan masyarakat harus duduk bersama mencari solusi terbaik untuk mempertahankan warisan budaya ini tidak punah. Apalagi sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO mensyaratkan hal tersebut.

"Tari Saman diakui UNESCO. Sekarang yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita mencari jalan dan solusi agar pemerintah dan masyarakat, komunitas Tari Saman ini bisa duduk bersama dalam mengupayakan langkah apa saja yang akan dilakukan untuk melestarikannya. Semua warisan budaya Indonesia yang sudah diakui UNESCO akan mendapat perlakukan sama. Tidak ada pengecualian,” tutur dia di Jakarta, Senin (28/11).

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu menjelaskan pada rapat UNESCO di Bali, hanya satu yang menjadi nominasi dari Indonesia dan dilakukan evaluasi.

"Dengan adanya pengakuan ini, tentunya kita bangga. Sebagai bangsa Indonesia sudah menjadi tugas kita untuk melakukan pelestarian, pengembangan dan mempromosikan Tari Saman. Baik promosi di dalam negeri dan luar negeri," ucap dia.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah program dan langkah untuk melakukan pelestarian Tari Saman. Dalam melakukan program ini, tentunya Kemenparekraf akan melakukan koordinasi dengan Kemendikbud. Program yang dilakukan misalnya dalam hal melestarikan bisa berupa pengajaran dan pelatihan Tari Saman. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»