Pembangunan Perbatasan Hanya Sekedar Wacana, Perhatian Pusat Minim
Selasa, 3 April 2012 | 15:43
Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia [google] [PONTIANAK]
Kepala badan pengelola kawasan perbatasan Pemprov Kalbar M Muhnsin mengatakan,
perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan perbatasan masih sangat minim dan
hanya sekedar wacana. Sebab hingga saat ini belum ada kenyataan dan yang
dilakukan selama ini hanya rapat tehnis dan pertemuan baik itu dilakukan di
Kalbar maupun di Jakarta.
Hal
itu kepala badan pengelola kawasan perbatasan Kalbar M Muhnsin kepada wartawa
Selasa (3/4).
Ia
mengatakan, selama ini sudah banyak yang datang dari pusat meninjau perbatasan
atau kunjungan kerja ke perbatasan. Mereka selalu memberikan harapan dan selalu
menjanjikan pembangunan perbatasan.
Namun
janji itu hanya sekedar wacana dan tidak pernah ada kenyataan dilapangan. Sebab
ketika diusulkan pembangunan fisiknya, pemerintah pusat tidak pernah
merealisasikan dan hanya disimpan.
Jadi
wajar saja warga perbatasan tidak mau mengikuti kegiatan pemerintah pusat yang
dilaksanakan diperbatasan. Sebab mereka hanya mendengarkan janji janji dan
wacana tanpa ada realisasi di perbatasan.
Dikatakan
demikian karena semua kewenangan dan keputusan pembangunan diperbatasan
tergantung kepada pusat. Kalbar sudah mencoba menyampaikan usulan, namun
dananya tidak ada.
Jadi
dapat dikatakan bahwa acara rapat teknis yang dilaksanakan selama ini
tidak ada artinya. Karena realisasi dari rapat atau pertemuan yang dilaksanakan
tidak ada.
Selain
itu, hingga saat ini rencana tata ruang wilayah perbatasan juga belum
ada. Pembahasan rencana tata ruang itu juga sudah disarankan agar segera di
bentuk, namun tidak digubrik pusat.
Ia
mengatakan, pihaknya sudah lama “berkoar-koar “ dan mengusulkan pembangunan
wilayah perbatasan serta meresmikan PLB Badau dan Aruk kepada pemerintah pusat.
Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Selain
itu, sudah banyak ide atau usulan yang disampaikan kepada pemerintah pusat.
Namun hal itu hanya usulan karena sedikitpun tidak digubris pemerintah pusat.
Dikatakan
demikian karena anggaran untuk badan pengelola kawasan perbatasan Kalbar untuk
tahun 2011-2012 masih tetap diberikan tanda “bintang”. Dimana artinya tidak ada
anggaran atau anggaranya tidak disediakan oleh Dirjen Anggaran
Kementerian keuangan akibatnya hingga saat ini belum ada anggaran.
Pihaknya
meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian dengan memberikan anggaran
pembangunan secara nyata dilapangan. Sehingga tidak hanya wacana seperti
yang terjadi selama ini khususnya di kawasan perbatasan.[146]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
