SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Pelaku Penembakan di Papua Ingin Ciptakan Kekacauan
Jumat, 8 Juni 2012 | 14:21

Korban penembakan dirawat di rumah sakit Wamena [istimewa] Korban penembakan dirawat di rumah sakit Wamena [istimewa]

[JAYAPURA] Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti mengatakan, aksi penembakan di Papua berbeda dengan aksi penembakan dengan motif ekonomi, yang akhir-akhir ini banyak terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.  

Di Papua, katanya, dugaan penembakan bermotif politik sangat kuat, mengingat para pelaku tidak menyasar korbannya dengan maksud memperoleh keuntungan (uang/barang).  

“Pelaku penembakan misterius di Papua jelas ingin menciptakan situasi chaos dan ketakutan masyarakat,” ujarnya.  

Imparsial menduga, para pelaku penembakan misterius di Papua adalah orang atau kelompok yang sangat terlatih dalam menggunakan senjata api dan terlatih untuk menghilangkan jejak. Motif politik semakin kuat, mengingat stigma yang selalu dilabelkan pada Papua adalah daerah separatis.   

Dikatakan, maraknya kasus penembakan misterius di Papua mengingatkan masyarakat Indonesia pada peristiwa penembakan misterius di masa Orde Baru. Pada tahun 1983, Presiden Soeharto menjalankan kebijakan penembakan misterius untuk shock therapy bagi kelompok yang dianggap kriminal.  

Memang harus diakui, di Papua juga terdapat kelompok-kelompok bersenjata yang menginginkan pemisahan dari Indonesia. “Akan tetapi, mengingat kelompok-kelompok tersebut berada di tengah hutan, tidak terkonsolidasi, dan memiliki banyak keterbatasan (keterampilan, persediaan amunisi, maupun sumber daya keuangan), adalah sangat janggal jika kelompok tersebut yang selalu dituding Pemerintah sebagai pelaku penembakan misterius yang terjadi di Papua selama ini,” katanya.  

Apalagi selama ini aparat kepolisian juga tidak berhasil membuktikan kebenaran tudingan itu. “Di sisi lain, banyaknya jumlah aparat keamanan di Papua justru menunjukkan bahwa tidak mungkin kekuatan aparat keamanan kita mampu dengan mudah diterobos, apalagi dilumpuhkan,”ujarnya.  

Ia  mendesak Presiden SBY segera mempersiapkan dialog antara Jakarta dan Papua. Rakyat Papua harus didengar dan diajak berdialog, karena pendekatan keamanan dan pendekatan ekonomi yang bersifat top-down yang selama ini diberlakukan Pemerintah di Papua terbukti gagal. [154/0-2/J-11]        




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN