Pelaku Pembunuhan Sadis Ayah dan Anak, Adalah Bocah 14 Tahun
Kamis, 19 Juli 2012 | 13:54
Ilustrasi dibacok [google] [JAKARTA] Pelaku perampokan dan pembunuhan sadis di Bojong
Gede, Depok, dengan korban Jordan Ratumoron (50) dan Edward (22), Rabu (18/7),
adalah seorang bocah berusia 14 tahun. Pelaku dibekuk hanya dalam hitungan jam
setelah menggasak harta dan membunuh.
"Ya pelakunya masih diinterogasi," kata Kanit
Reskrim Polsek Bojong Gede Iptu Ibnu saat dikonfirmasi, Kamis (19/7).
Seperti dikutip dari Detik.com,
bocah berinisial A itu ditangkap dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Tidak
ada perlawanan saat A ditangkap di kawasan Bojong Gede. Dia pun terus digiring
ke Polsek Bojong Gede.
Jordan dan Edward tewas dibantai perampok sadis di Perumahan
Griya Satria Jingga, Desa Ragajaya, RT 03/14 Blok F 1 No 11, Bojonggede, Bogor.
Tak hanya membunuh, A juga menggasak dua sepeda motor, perhiasan dan uang milik
korban. Roy dan Edward tewas tertelungkup bersimbah darah dan di kamar
mandi. Posisi keduanya tertelungkup.
Tewasnya bapak dan anak ini terungkap ketika, Keisya (13), anak bungsu di keluarga
tersebut pulang sekolah sekitar pukul 11.00. Seusai mengikuti kegiatan Masa
Orientasi Peserta Didik (MOPD) di sekolah, Keisya menemukan rumahnya dalam
keadaan tertutup rapat.
Saat hendak masuk ke rumah, tak ada satu pun orang yang
menjawab panggilannya. Gadis bungsu ini nyaris pingsan saat melihat pintu kamar
mandi yang tak tertutup rapat lantaran terganjal kaki bapak dan kakaknya.
Ketika melihat bapak dan kakaknya tewas berlumuran darah,
Keisya pun langsung berlari dan meminta bantuan sambil berteriak histeris.
Warga sekitar pun sontak kaget dan datang membantu. Petugas
kepolisian datang tak lama setelah dihubungi. Polisi langsung memagari Tempat
Kejadian Perkara (TKP) dengan garis polisi guna mensterilkan area sekitar lokasi
kejadian.
Meski dipasangi garis polisi, tak mengurangi minat warga
sekitar yang ikut menyaksikan proses olah TKP oleh petugas. Dari hasil
penyelidikan sementara, pelaku tak hanya sekadar membunuh, tapi juga merampok
dua sepeda motor, sejumlah perhiasan, dan uang Rp10 juta.
Kapolsekta Bojonggede Kompol Bambang Irianto yang ditemui
seusai menggelar olah TKP mengatakan, saat ini kasus pembunuhan tersebut masih
dalam tahap penyidikan dengan pemeriksaan tiga orang saksi, keluarga, termasuk
tetangga korban.
“Dari pengakuan yang kami terima. Sekitar pukul 02.00
dinihari (Rabu, 18/7) di rumah itu memang ada suara ribut-ribut. Namun warga
tak terlalu ambil pusing. Dan dari hasil olah TKP sementara, kemungkinan besar,
kedua korban ini dibunuh oleh lebih dari dua orang pelaku. Kedua korban
dihabisi di ruang tengah dan kemudian diseret ke kamar mandi,” kata Bambang
menjelaskan hasil penyidikan sementara.
Kuat dugaan bahwa pembunuhan ini berlandaskan motif dendam
dan persaingan bisnis. Pasalnya, Roy yang tewas digorok benda tajam ini dikenal
sebagai pengusaha ojek yang cukup ternama.
“Kemungkinan antara si pelaku dan korban saling kenal. Kami
masih terus dalami dan barang bukti pun masih kami selidiki. Jasad keduanya
kami bawa ke RS Polri untuk diotopsi,” pungkas Bambang. [RIA/W-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
