SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 Juli 2014
Pencarian Arsip

Patung Lilin Soekarno Diresmikan Megawati
Rabu, 26 September 2012 | 11:23

Megawati meresmikan patung lilin Presiden RI pertama, Soekarno [AFP] Megawati meresmikan patung lilin Presiden RI pertama, Soekarno [AFP]

[BANGKOK] Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri meresmikan patung lilin Presiden pertama RI Soekarno, di Museum Lilin, Madame Tussauds Bangkok, Thailand, Senin (24/9). Proses pembuatan patung dilakukan melalui penelitian yang sangat mendalam, berdasarkan data-data yang dikumpulkan pada saat Bung Karno berada di Uni Soviet, di Amerika Serikat, maupun pada saat kunjungan ke Markas PBB.   

“Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk menghadiri acara terhormat untuk peresmian pertama patung DR IR Soekarno. Atas nama keluarga Soekarno, saya ingin menyampaikan salam yang paling tulus, dan apresiasi jujur pada pihak Madame Tussauds, dan otoritas pariwisata Thailand Kerajaan, yang memulai penciptaan patung Soekarno untuk ditempatkan di tempat ini,” kata Megawati.

Dikatakan, Soekarno adalah simbol perjuangan emansipasi bangsa. Dia sangat dekat dengan rakyatnya, yang menyebut dirinya "Bung" Karno. "Bung" adalah sapaan yang sangat ramah dan hangat untuk memanggil teman dekat. “Bung Karno memiliki persahabatan yang sangat erat dengan keluarga kerajaan Thailand, khususnya melalui Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit Kitiyakara. Persahabatan mereka tidak hanya didirikan berdasarkan hal-hal pemerintahan, tetapi tulus dianggap sebagai keluarga,” tambahnya.

Menurut Megawati, hubungan lama antara Indonesia dan Kerajaan Thailand dimulai dengan kunjungan dari Yang Mulia Raja Chulalongkorn atau lebih dikenal sebagai Rama V, pada 28 Maret 1871, saat itu Raja Rama V memberikan kenang-kenangan berupa sebuah patung gajah yang sampai saat ini ditempatkan di Museum Nasional. Kehadiran patung gajah begitu bermakna, berada di Museum Nasional, yang merupakan museum tertua dan terbesar di Indonesia sehingga dikenal pula dengan nama Museum Gajah. “Kami berharap bahwa banyak orang akan datang untuk mengunjungi museum ini dan tidak melihat hanya patung, tetapi juga terinspirasi oleh kebijaksanaan dan visi besar Bung Karno, khususnya dalam mengembangkan dunia baru seperti yang disampaikan di depan Majelis Umum PBB pada tahun 1960. Seperti yang kita semua mungkin tahu, Bung Karno memiliki ide bagus dalam mengembangkan tatanan dunia baru, tempat keadilan dan perdamaian berada di atas segalanya,” tambah Megawati yang juga Ketua Umum PDI-P.

Selain Megawati, acara peresmian tersebut juga dihadiri antara lain, Sukmawati Soekarnoputri, Puti Guntur Seokarno dan Rini Sumarno. Dari pihak keluarga, Megawati Soekarnoputri didampingi anak-anaknya yakni  Moch Rizki Pratama; HM Prananda Prabowo, dan Puan Maharani. 

Ada juga pengurus DPP PDIP yakni Hasto Kristiyanto yang menjabat Wakil Sekretaris Jendral DPP. Pada awalnya,  proses pembuatan patung terkendala oleh minimnya data-data terkait dengan tokoh besar tersebut. Hal ini mungkin berkaitan dengan dampak dari de-Soekarnoisasi yang dilakukan oleh Orde Baru. Melalui penelitian yang mendalam, data-data fisik Bung Karno akhirnya dapat diketahui, hingga warna kulit dan gambaran detail lainnya. Secara khusus profile yang dipakai oleh patung Bung Karno adalah pada saat kunjungannya ke Amerika Serikat. Saat itu, Bung Karno menyampaikan pidatonya yang sangat terkenal yaitu To Build the World a New, pada 30 September 1960.

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan kesulitan juga terjadi pada saat pembuatan Tongkat Komando yang selalu menjadi bagian dari penampilan Bung Karno dalam acara-acara resmi. Namun hal tersebut dapat diatasi setelah HM Prananda Prabowo mengupayakan pembuatan replika Tongkat Komando yang dibuat dari “kayu rampung”, suatu jenis kayu langka dan bertuah. Secara filosofis kayu yang memiliki nilai sakral dalam kebudayaan Jawa tersebut, bagian dalamnya diisi (disujen) dengan “Kayu Wunglen” yang menggambarkan besarnya energi pengabdian tanpa akhir, yang telah didedikasikan oleh Bung Karno.

Sedangkan dari elemen logam terbuat dari perak dan emas. Tongkat dilengkapi dengan 5 ring cincin emas yang melambangkan Pancasila, dan bagian pokok tongkat tertuang dengan gagahnya Lambang Garuda Pancasila. Menurut Hasto, peci yang menjadi ciri khas Bung Karno secara khusus dipesankan oleh Puti Guntur Soekarno di Bandung, pada penjahit khusus yang berdasarkan kesejarahan yang ada, menjadi tempat pemesanan peci yang memang biasa dipakai Bung Karno. Pakaian Bung Karno didesain dengan seksama oleh Samuel Wattimena. Desain pakaian Bung Karno dilaksanakan dengan sangat hati-hati guna menampilkan sosok Bung Karno sebagai tokoh besar yang telah ikut mengubah sejarah politik dunia. [U-5]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»