Pastikan Organ Tubuh Hilang, BNP2TKI Bujuk Keluarga Korban Mau Otopsi Ulang
Selasa, 24 April 2012 | 12:46
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP] [BATAM] Badan Nasional Penempatan dan
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) membujuk keluarga korban TKI yang
ditembak polisi Malaysia untuk diotopsi ulang guna memastikan dugaan
pengambilan organ tubuh.
"Otopsi ulang diperlukan untuk mengetahui kondisi korban," kata
Jumhur disela-sela Rapat Koordinasi BNP2TKI di Batam, Selasa (24/4).
Ia mengatakan perwakilan BNP2TKI di Nusa Tenggara Barat mendampingi keluarga
korban dan meminta agar otopsi bisa dilakukan.
Menurut dia, isu pengambilan organ tubuh perlu dibuktikan, tidak sekedar
diucapkan.
Pihak kepolisian dan rumah sakit tidak dapat melakukan otopsi tanpa permintaan
keluarga korban. Sehingga BNP2TKI meminta keluarga mengeluarkan permohonan.
"Kami tidak bisa memaksa. Walaupun kami ingin segera otopsi," kata
dia.
Mengenai kasus itu, ia mengatakan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah.
Presiden juga sempat menanyakan kasus itu pada dia.
Atase Kepolisian SLO- Kuala Lumpur Kombes Beni Iskandar mengatakan tiga TKI itu
ditembak polisi Malaysia karena merampok.
Ketiga TKI korban tewas itu yakni Matnur, warga Desa Pengadangan, Kecamatan
Pringgasela, dan Abdul Kadir Jaelani serta Herman, warga Dusun Pancor Kopong
Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lotim. Ketiga masih
memiliki hubungan kekeluargaan, yakni paman dan keponakan.
Sanak keluarga ketiga TKI yang tewas itu, menduga ada indikasi praktik
jual-beli organ tubuh, karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada dan perut
korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.
Dugaan itu merujuk kepada penuturan Herman, salah seorang anggota keluarga yang
melihat langsung kondisi jasad ketika TKI korban penembakan itu, sebelum
dikafani dan dimasukkan kedalam kotak saat berada di Rumah Sakit Port Dickson
Malaysia, kemudian diterbangkan ke Indonesia.
Ketiga jasad TKI yang bekerja sebagai buruh bangunan di Negeri Sembilan,
Malaysia itu, tiba di kampung halamannya, Kamis (12/4), lalu dikuburkan sanak
keluarga. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Tokoh Muda NU Galang Petisi Tolak Award Terhadap SBY
