Pasien Terduga Flu Burung di Tangerang Dinyatakan Negatif Virus H5N1
Rabu, 25 Januari 2012 | 21:31
Ilustrasi-flu burung [SERANG] Pasien yang diduga
terpapar flu burung, Rahmat (18), warga
Kampung Ciodeng RT 09/RT 03 Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten
Tangerang, dinyatakan negatif terjangkit virus H5N1 atau virus flu burung.
Pasien suspect flu burung yang
dirawat selama lima hari di RSUD Kota Tangerang tersebut, Rabu (25/1) siang,
telah meninggal dunia.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi
Banten Didin Aliyuadin membenarkan, berdasarkan hasil uji laboratorium
Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes), yang terletak di
Jakarta, Rahmat dinyatakan negatif flu burung.
Didin menjelaskan, siswa SMK Yadika
Legok itu sempat mengalami demam yang disertai batuk dan pilek pada 14 Januari
2012 lalu, dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pada 21 Januari
2012, pasien suspect flu burung dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU)
Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perawatan.
“RSU Kabupaten Tangerang ini memang
menjadi rujukan bagi pasien suspect flu burung, karena RSU Tangerang ini
memiliki peralatan untuk menangani kasus flu burung,” katanya.
Pasien suspect flu burung, lanjut
Didin, juga sempat diberikan tamiflu dan diambil darahnya untuk dilakukan uji
laboratorium di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes),
yang terletak di Jakarta.
“Dari hasilnya dapat dipastikan bahwa
pasien tidak mengidap virus H5N1, tapi pasien mengidap H1N1 yang gejalanya mirip
seperti kasus flu burung,” katanya.
Didin menjelaskan, selain dari hasil
laboratorium tersebut, pihak Dinkes Provinsi Banten sudah melakukan koordinasi
dengan Dinkes Kabupaten Tangerang untuk melakukan penelitian terhadap
lingkungan pasien suspect flu burung.
Dari hasil penelitian di lingkungan
rumah, sekolah dan masyarakat, memang pasien memelihara bebek sebanyak 20 ekor
dan ayam 2 ekor. Namun, unggas peliharaannya tersebut masih hidup dan tidak
mati secara mendadak.
Di tempat terpisah, Pelaksana P2PL
Dinkes Banten Hadi Syafaat mengatakan, kondisi pasien yang berinisial Rahmat
itu positif mengidap virus H1N1. Namun, karena penyakit bawaan yang dimiliki
oleh pasien, sehingga pasien masih menjalani perawatan di RSU Tangerang.
Hadi mengimbau kepada masyarakat untuk
menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan terhadap unggas peliharaan. Hal itu
bertujuan untuk mencegah mewabahnya virus H1N1 yang hingga saat ini masih
mengkhawatirkan.
“P2PL juga melakukan pantauan kontak selama dua kali masa inkubasi, yaitu
selama 14 hari. Hal itu bertujuan, untuk mengetahui status pasien tersebut,”
katanya.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinkes sejak tahun 2005 hingga 2010
jumlah kasus flu burung di Banten mencapai 31 kasus. Sebanyak 28 di
antaranya meninggal dunia. Tiga di antaranya bisa disembuhkan.
Warga yang
paling banyak terserang flu burung itu berasal dari Kabupaten Tangerang
sebanyak 18 orang.
Terkait fasilitas pengobatan flu burung di Banten, saat ini hanya ada dua
Rumah Sakit (RS) yang memiliki kamar isolasi, yaitu RSUD Serang sebanyak 2
kamar dan RSUD Tangerang sebanyak 10 kamar.
Sarana tersebut, memang masih
minim, mengingat saat ini Banten berada diurutan ketiga setelah DKI Jakarta dan
Jawa Barat dalam penemuan kasus flu burung. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Rampok Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Mari Membaca Berita BBM Versi Media Sosial
Tolak Kenaikkan BBM, Polisi Tahan Rektor Universitas HKBP Nommensen
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Sidang Paripurna DPR Sahkan UU APBN-P 2013
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
Wartawan Jambi Aksi Damai Protes Aparat Keamanan
Mendagri: Gubernur Sumut Layak Raih MURI
