SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Pasien Terduga Flu Burung di Tangerang Dinyatakan Negatif Virus H5N1
Rabu, 25 Januari 2012 | 21:31

Ilustrasi-flu burung Ilustrasi-flu burung

[SERANG]  Pasien yang diduga terpapar  flu burung, Rahmat (18), warga Kampung Ciodeng RT 09/RT 03 Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, dinyatakan negatif terjangkit virus H5N1 atau virus flu burung.

Pasien suspect flu burung yang dirawat selama lima hari di RSUD Kota Tangerang tersebut, Rabu (25/1) siang, telah meninggal dunia.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Didin Aliyuadin membenarkan,  berdasarkan hasil uji laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes), yang terletak di Jakarta,  Rahmat dinyatakan negatif flu burung.

Didin menjelaskan, siswa SMK Yadika Legok itu sempat mengalami demam yang disertai batuk dan pilek pada 14 Januari 2012 lalu, dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pada 21 Januari 2012,  pasien suspect flu burung dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perawatan.

“RSU Kabupaten Tangerang ini memang menjadi rujukan bagi pasien suspect flu burung, karena RSU Tangerang ini memiliki peralatan untuk menangani kasus flu burung,” katanya.

Pasien suspect flu burung, lanjut Didin, juga sempat diberikan tamiflu dan diambil darahnya untuk dilakukan uji laboratorium di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes), yang terletak di Jakarta. “Dari hasilnya dapat dipastikan bahwa pasien tidak mengidap virus H5N1, tapi pasien mengidap H1N1 yang gejalanya mirip seperti kasus flu burung,” katanya.

Didin menjelaskan, selain dari hasil laboratorium tersebut, pihak Dinkes Provinsi Banten sudah melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Tangerang untuk melakukan penelitian terhadap lingkungan pasien suspect flu burung.

Dari hasil penelitian di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat, memang pasien memelihara bebek sebanyak 20 ekor dan ayam 2 ekor. Namun, unggas peliharaannya tersebut masih hidup dan tidak mati secara mendadak.

Di tempat terpisah, Pelaksana P2PL Dinkes Banten Hadi Syafaat mengatakan, kondisi pasien yang berinisial Rahmat itu positif mengidap virus H1N1. Namun, karena penyakit bawaan yang dimiliki oleh pasien, sehingga pasien masih menjalani perawatan di RSU Tangerang.

Hadi mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan terhadap unggas peliharaan. Hal itu bertujuan untuk mencegah mewabahnya virus H1N1 yang hingga saat ini masih mengkhawatirkan. “P2PL juga melakukan pantauan kontak selama dua kali masa inkubasi, yaitu selama 14 hari. Hal itu bertujuan, untuk mengetahui status pasien tersebut,” katanya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinkes sejak tahun 2005 hingga 2010 jumlah kasus flu burung di Banten mencapai 31 kasus. Sebanyak 28 di antaranya meninggal dunia. Tiga di antaranya bisa disembuhkan.

Warga yang paling banyak terserang flu burung itu berasal dari Kabupaten Tangerang sebanyak 18 orang. Terkait fasilitas pengobatan flu burung di Banten, saat ini hanya ada dua Rumah Sakit (RS) yang memiliki kamar isolasi, yaitu RSUD Serang sebanyak 2 kamar dan RSUD Tangerang sebanyak 10 kamar.

Sarana tersebut, memang masih minim, mengingat saat ini Banten berada diurutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam penemuan kasus flu burung. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN