SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Paripurna RUU Pemilu Alot, DPR Semakin Jauh dari Rakyat
Kamis, 12 April 2012 | 16:32

Ilustrasi [Google] Ilustrasi [Google]

[JAKARTA] DPR kembali mempertontonkan drama politik yang kian meneguhkan anggapan publik betapa mereka kian menjauh dari kepentingan rakyat. Setelah beberapa minggu sebelumnya, mereka mementaskan drama paripurna kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), drama sejenis dimainkan di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4).

Dua paripurna itu sama-sama memberikan pesan kuat betapa DPR kian menjauh dari rakyat. DPR selalu serius dan alot dalam proses mengambil keputusan tentang sesuatu yang bersentuhan langsung dengan kepentingan politik mereka. Sementara nasib rakyat tidak diperhatikan.

Penilaian itu dikemukakan penelita pada Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lusius Karus di Jakarta, Kamis (12/4).

"RUU Pemilu merupakan UU yang akan menentukan nasib parpol pada pemilu 2014. Karena nasib politik menjadi taruhan, DPR tak mau tergesa-gesa utk mengesahkan RUU Pemilu tesebut. Salah perhitungan sedikit, bisa-bisa partainya lenyap dari jagad politik pasca pemilu. Padahal sebagai wakil rakyat, anggota DPR juga dituntut untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Ketakutan parpol-paprol di DPR untuk kalah saing di Pemilu merupakan dampak dari ketidakmampuan mereka menjalankan tugas atau amanat rakyat. Ketakutan tidak dipilih kembali oleh rakyat merupakan ekspresi kegagalan mereka menjawab tuntutan rakyat selama ini," kata Lusius.

Ia menilai berbagai argumentasi serba politis dengan psikologi penuh ketakutan membuat Paripurna DPR terkait RUU Pemilu menjadi alot. Padahal kalau mereka serius bekerja untuk rakyat maka ketakutan seperti itu tidak perlu.

"Ketika situasi bangsa dilanda krisis karena bencana alam, rakyat porak poranda ketakutan akan tsunami, DPR di ruangan dingin serius memasang kuda-kuda untuk menyelamatkan diri dan partainya di pemilu mendatang. Elite partai sibuk menjual dan membeli angka parliementary treshoold (PT), sementara di ruang kehidupan warga di Sumatera, ancaman tehadap kehidupan sedang melanda. Anggota DPR benar-benar sudah tidak peduli dengan rakyatnya," ujar Lusius. [R-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN