Panitia Olimpiade Selidiki Kursi-kursi Kosong di Venues
Minggu, 29 Juli 2012 | 14:46
Olimpiade musim panas 2012 di Kota London, Inggris [google] [LONDON] Panitia Olimpiade London melancarkan
investigasi menyangkut kursi-kursi yang kosong pada hari pertama
pelaksanaan Olimpiade, Sabtu.
Pada hari libur sekolah dan
setelah beberapa bulan masyarakat mengeluh bahwa ribuan orang di Inggris
tidak bisa membeli tiket, Menteri Kebudayaan Jeremy Hunt, yaitu menteri
yang menangani Olimpiade, mengatakan ia kecewa dengan kosongnya kursi
dan bahwa Komite Penyelenggara Olimpiade London (LOCOG) sedang melakukan
penyelidikan tentang itu.
"LOCOG sedang melakukan
investigasi penuh terhadap apa yang terjadi," kata Hunt kepada BBC,
sehari setelah pembukaan --yang mendapatkan pujian luas-- dengan
menampilkan Ratu Elizabeth, Paul McCartney dan Rowan Atkinson.
Pada Sabtu, televisi menayangkan berbagai pertandingan. Orang-orang
yang berdatangan ke arena pertandingan melihat sejumlah kursi kosong di
jam-jam awal pertandingan di gelanggang air, bola basket dan pada
jam-jam berikutnya di arena tennis Wimbledon.
"Tampaknya
kursi-kursi (kosong, itu) adalah kursi yang diperuntukkan bagi para
sponsor, tapi kalau mereka tidak muncul, kami menginginkan publik bisa
mendapatkan tiket karena keberadaan mereka akan memeriahkan
pertandingan. Jadi kami akan menangani masalah ini sesegera mungkin,"
kata Hunt.
Menteri Olahraga Hugh Robertson mengatakan ia terkejut arena-arena pertandingan tidak dipenuhi penonton.
LOCOG biasanya menerakan tanda "sudah habis" beberapa menit setelah tiket mulai dijual kepada publik.
Hari Sabtu, sejumlah loket di arena-arena pertandingan masih diwarnai dengan antrian orang yang ingin membeli tiket.
"Saya tiap hari mencoba dan terus mencoba mendapatkan tiket
pertandingan (sepak bola) untuk Argentina," kata seorang pekerja bidang
listrik asal Argentina, Lucas Lopez (34 tahun).
Nicolette
Robinson (47 tahun), seorang konsultan merek dan desain, mengatakan
ketika ia masih kecil ingin menjadi pesenam seperti pahlawannya, Nadia
Comaneci.
Dirinya merasa sangat kecewa karena tidak mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan senam di Olimpiade London.
"Saya kira setidaknya apa yang bisa saya lakukan adalah melihat
mereka (para atlet senam). Melihat mereka di televisi sementara setengah
stadionnya ternyata sepi, sayang sekali. Kalau bisa saya mau membayar
berapa saja supaya bisa melihat mereka (secara langsung, red)," ujarnya.
LOCOG menolak untuk memberikan gambaran mengenai jumlah orang yang
hadir di arena-arena pertandingan pada hari Sabtu atau berapa banyak
tiket yang terjual.
LOCOG hanya menyebutkan mereka yang akan menonton Olimpiade akan mencapai jumlah 11 juta orang.
"Saya hadir di Olimpiade Beijing tahun 2008 dan salah satu
pelajaran yang kami dapatkan saat itu adalah stadion yang penuh dengan
penonton akan membuat suasana terbaik. Terbaik bagi para atlet dan akan
lebih menyenangkan untuk para penonton, dan itu telah menjadi prioritas
paling utama," kata Hunt.
Hingga awal Juni, sudah 7 juta
dari keseluruhan 8,8 juta tiket Olimpiade dan sekitar setengah dari 2,45
juta tiket Olimpiade bagi para penyandang cacat yang sudah terjual
mulai tahun lalu.[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
