SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip

Pangdam IV Diponegoro Akhirnya Dicopot
Sabtu, 6 April 2013 | 9:18

Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jenderal Hardiono Saroso (kiri). [Antara] Panglima Kodam IV Diponegoro, Mayor Jenderal Hardiono Saroso (kiri). [Antara]

[JAKARTA] Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso dicopot dari jabatannya.

Posisi Pangdam IV Diponegoro itu kemudian diisi oleh Mayjen Sunindyo, yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Personel (Aspers) Kepala Staf TNI AD (Kasad) Mayjen Sunindyo.

“Mayjen TNI Hardiono Saroso diganti Mayjen TNI Sunindyo atas dasar kepentingan organisasi terhadap hasil evaluasi Angkatan Darat,” kata Kadispenad TNI Brigjen TNI Rukman Ahmad, menjawab SP, Sabtu (6/4).

Dijelaskan, Mayjen TNI Hardiono Saroso selanjutnya akan bertugas di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). Pergantian jabatan atau mutasi akan berlaku sejak Senin (8/4).

Kadispenad menegaskan, pergantian jabatan tidak berkaitan dengan sanksi atas terjadinya penyerbuan anggota Kopassus di Lapas Cebongan Sleman pada 23 Maret 2013 lalu.

Mayjen TNI Sunindyo sebelumnya menjabat sebagai Kasdam IV/Diponegoro. Dalam struktur AD, Sunindyo termasuk perwira tinggi yang berpengalaman dalam bidang personel.

Sepanjang karirnya sebelum menduduki posisi Kasdam IV/Diponegoro, ketika masih menjadi perwira menengah (Pamen) dengan pangkat kolonel, Sunindyo pernah dua kali menduduki jabatan asisten personel (Aspers) Kasdam IV/Diponegoro. 

Bantah TNI Terlibat

Pascapenyerangan Lapas Cebongan, Hardiono sempat menyatakan bantahannya atas dugaan keterlibatan anggotanya dalam peristiwa itu.

Saat itu, ia memastikan bahwa pelaku bukan prajurit atau anggota TNI. Pelaku merupakan sekelompok orang yang tidak dikenal.  

"Sebagai panglima, saya bertanggung jawab penuh dengan semua yang ada di wilayah Kodam IV Diponegoro. Tidak ada prajurit yang terlibat karena hasil jaminan dari komandan satuan mereka bisa mengendalikan semua," jelas Hardiono.  

Ia mengatakan, saat ini TNI tengah menyelidiki keterlibatan prajurit dalam penyerangan terhadap empat tersangka pelaku penganiayaan yang menewaskan anggota Komando Pasukan Khusus Kandang Menjangan, Kartasura, Sersan Satu Santoso.

"Yang jelas dan perlu digaris bawahi adalah orang tidak dikenal," ujar Hardiono.  

Hardiono juga memastikan bahwa senjata yang digunakan untuk menyerang empat tahanan itu belum tentu milik TNI. Hal itu diketahui karena para pelaku menggunakan senjata laras panjang dan pendek.

"Jenis senjata itu juga beredar di masyarakat. Tidak hanya tentara atau aparat saja yang memiliki," katanya. [Y-7]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»