SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip

Pancasila Semakin Tenggelam
Selasa, 27 Desember 2011 | 14:22

Pengusaha yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. (Foto: SP/Ruht Semiono) Pengusaha yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. (Foto: SP/Ruht Semiono)

[JAKARTA] Ketua Umum DPP Partai Golkar (PG), Aburizal Bakrie (ARB) mengatakan ideologi Pancasila semakin tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tidak relevan dengan dialektika demokrasi. "Kalau Pancasila sudah redup, maka angin liberalisasi mulai merasuk pada  kehidupan masyarakat," kata ARB saat acara pertemuan dengan wartawan dengan tema 'Refleksi Perjuangan Partai Golkar dalam Menata Masa Depan Indonesia', di Kantor DPP PG, di Jakarta, Selasa (27/12).

Menurutnya, beberapa masalah di masyarakat yang mengakibatkan perusakan tempat ibadah, intrik antar massa, konflik pemilihan kepala daerah, kekerasan di Bima, Mesuji, Papua dan beberapa tempat lainnya merupakan cermin mulai dilupakannya Pancasila. "Berbagai masalah tersebut diharapkan dapat segera terselesaikan. Mudah-mudahan pada 2012 akan ada suatu perubahan secara ideologi khususnya terhadap Pancasila," ujarnya.

Dia juga mencemati tentang kebiasaan melakukan money politik serta transaksional politik oleh segelintir pihak. "Etika luhur sangat minim, mereka cenderung pragmatis, yang penting menang. Perdebatan konseptual sangat kecil. Ini yang harus juga kita benahi," harapnya.

Dia mengutarakan, aksi ekstraparlementer pada 2011 juga menghiasi lembaran politik nasional. "Kita tidak mungkin katakan itu tidak konstitusional. Aksi ini saya yakini tidak akan timbulkan revolusi. Pemerintah harus sikapi secara bijak aksi-aksi tersebut," tegasnya.

Ditambahkannya, pada 2012, aksi penyerangan melalui ekstraparlementer kemungkinan tetap akan berlangsung. Karena itu saya harap kader Partai Golkar di DPR melihat kondisi apa yang terjadi di masyarakat kemudian aspirasi itu memperjuangkannya," tandasnya. [CKP/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»