Pakistan Tutup Pangkalan Militer AS
Senin, 12 Desember 2011 | 11:45
Ilustrasi hubungan AS dan Pakistan [google] [QUETTA] Pemerintah Amerika Serikat (AS) diminta untuk
mengosongkan pangkalan udara Shamsi Pakistan, Minggu (11/12). Sebelumnya para
pejabat pemerintah Pakistan telah mengajukan batas waktu bagi AS, pascaserangan
udara NATO bulan lalu yang menewaskan 24 tentara Pakistan.
Militer Pakistan menyatakan penerbangan terakhir yang
membawa peralatan dab personel AS telah meninggalkan pangkalan udara Shamsi, di
provinsi barat daya Baluchistan, sejak pekan lalu. Aliansi Islamabad dengan
Washington yang rapuh akhirnya jatuh ke posisi terendah setelah serangan udara
NATO 26 November.
Meskipun AS telah berkelit, militer Pakistan menganggap
serangan itu disengaja.
Dugaan utama yang diyakini serangan pesawat tak berawak CIA
itu ditujukan terhadap komandan Taliban dan Al-Qaeda di wilayah kesukuan
Pakistan barat laut, yang terletak di perbatasan Afghanistan.
"Kendali penuh telah diambil alih oleh Angkatan Darat,”
bunyi pernyataan itu.
“Amerika telah mengosongkan pangkalan udara Shamsi dan telah
diserahkan kepada pasukan keamanan Pakistan," ujar pejabat keamanan senior
yang tak ingin disebut namanya.
Seorang pejabat lain di Baluchistan menegaskan
bahwa kelompok terakhir para pejabat AS berangkat dengan dua penerbangan pada
Minggu.
Menyusul serangan udara November, Pakistan menutup dua jalur
penyeberangan di perbatasan ke Afghanistan untuk rute pasokan AS dan NATO.
Mereka juga memberikan batas waktu bagi personel Amerika hingga Minggu (11/12)
untuk meninggalkan pangkalan udara Shamsi.
Duta Besar AS untuk Pakistan, Cameron Munter mengatakan
dalam wawancara dengan saluran televisi Pakistan minggu lalu, bahwa AS mematuhi
permintaan tersebut. Seorang pejabat keamanan mengatakan pesawat AS
meninggalkan lapangan udara Pakistan sekitar pukul 03.00 dengan rombongan yang
tersisa dari 32 pejabat AS dan peralatan.
Minggu lalu, Presiden AS Barack Obama menyampaikan ungkapan
belasungkawa kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari atas kematian prajurit
Pakistan. Obama mengatakan serangan udara NATO yang menewaskan mereka adalah
serangan yang tidak disengaja.
Tapi insiden tersebut akhirnya telah mengguncang aliansi
Washington dengan Islamabad sekutunya dalam misi kontraterorisme, meskipun
pejabat mengatakan mereka berupaya keras memperbaiki hubungan.
Para pejabat AS dan analis intelijen mengatakan perang
dengan pesawat rahasia tidak akan terpengaruh dengan penutupan pangkalan
militer.
Washington bisa mengerahkan
pesawat Predator dan Reaper dari wilayah udara di Afghanistan. Tapi pangkalan
udara Shamsi seharusnya sangat berguna untuk penerbangan ketika dalam kondisi
cuaca buruk.
Islamabad telah diam-diam menyetujui serangan pesawat
rahasia AS, yang dinilai banyak warga Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan
negara. Hampir setengah dari semua kargo untuk pasukan NATO melalui wilayah
Pakistan. Sekitar 140.000 tentara asing, termasuk sekitar 97.000 tentara
Amerika, mengandalkan pasokan dari luar Afghanistan selama perang satu dekade.
Pakistan telah menutup perbatasan ke Afghanistan
atas insiden sebelumnya. Tindakan itu dilakukan untuk meredakan kemarahan
masyarakat Pakistan. Sejauh ini, Islamabad menolak untuk mengambil bagian dalam
penyelidikan AS ke dalam serangan udara yang mematikan November, dan memutuskan
untuk memboikot Konferensi Bonn yang membahas masa depan Afghanistan, awal
bulan ini. [AFP/BBC/U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Penghargaan Untuk Sebuah Ketidaknyamanan
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Kapolri Harus Beri Sanksi Keras Kapolda Papua
Akhirnya Pendukung Rustri Beralih ke Ganjar
Maju jadi Capres, Djoko Santoso Sempat Temui Surya Paloh
DPR-DPD Desak Presiden Tutup PT Freeport
Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa Atas Pembunuhan di London?
