SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Pakistan Tutup Pangkalan Militer AS
Senin, 12 Desember 2011 | 11:45

Ilustrasi hubungan AS dan Pakistan [google] Ilustrasi hubungan AS dan Pakistan [google]

[QUETTA] Pemerintah Amerika Serikat (AS) diminta untuk mengosongkan pangkalan udara Shamsi Pakistan, Minggu (11/12). Sebelumnya para pejabat pemerintah Pakistan telah mengajukan batas waktu bagi AS, pascaserangan udara NATO bulan lalu yang menewaskan 24 tentara Pakistan.  

Militer Pakistan menyatakan penerbangan terakhir yang membawa peralatan dab personel AS telah meninggalkan pangkalan udara Shamsi, di provinsi barat daya Baluchistan, sejak pekan lalu. Aliansi Islamabad dengan Washington yang rapuh akhirnya jatuh ke posisi terendah setelah serangan udara NATO 26 November.  

Meskipun AS telah berkelit, militer Pakistan menganggap serangan itu disengaja. Dugaan utama yang diyakini serangan pesawat tak berawak CIA itu ditujukan terhadap komandan Taliban dan Al-Qaeda di wilayah kesukuan Pakistan barat laut, yang terletak di perbatasan Afghanistan.  

"Kendali penuh telah diambil alih oleh Angkatan Darat,” bunyi pernyataan itu. “Amerika telah mengosongkan pangkalan udara Shamsi dan telah diserahkan kepada pasukan keamanan Pakistan," ujar pejabat keamanan senior yang tak ingin disebut namanya.

Seorang pejabat lain di Baluchistan menegaskan bahwa kelompok terakhir para pejabat AS berangkat dengan dua penerbangan pada Minggu.  

Menyusul serangan udara November, Pakistan menutup dua jalur penyeberangan di perbatasan ke Afghanistan untuk rute pasokan AS dan NATO. Mereka juga memberikan batas waktu bagi personel Amerika hingga Minggu (11/12) untuk meninggalkan pangkalan udara Shamsi.  

Duta Besar AS untuk Pakistan, Cameron Munter mengatakan dalam wawancara dengan saluran televisi Pakistan minggu lalu, bahwa AS mematuhi permintaan tersebut. Seorang pejabat keamanan mengatakan pesawat AS meninggalkan lapangan udara Pakistan sekitar pukul 03.00 dengan rombongan yang tersisa dari 32 pejabat AS dan peralatan.  

Minggu lalu, Presiden AS Barack Obama menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari atas kematian prajurit Pakistan. Obama mengatakan serangan udara NATO yang menewaskan mereka adalah serangan yang tidak disengaja. Tapi insiden tersebut akhirnya telah mengguncang aliansi Washington dengan Islamabad sekutunya dalam misi kontraterorisme, meskipun pejabat mengatakan mereka berupaya keras memperbaiki hubungan.  

Para pejabat AS dan analis intelijen mengatakan perang dengan pesawat rahasia tidak akan terpengaruh dengan penutupan pangkalan militer. 

Washington bisa mengerahkan pesawat Predator dan Reaper dari wilayah udara di Afghanistan. Tapi pangkalan udara Shamsi seharusnya sangat berguna untuk penerbangan ketika dalam kondisi cuaca buruk.   Islamabad telah diam-diam menyetujui serangan pesawat rahasia AS, yang dinilai banyak warga Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Hampir setengah dari semua kargo untuk pasukan NATO melalui wilayah Pakistan. Sekitar 140.000 tentara asing, termasuk sekitar 97.000 tentara Amerika, mengandalkan pasokan dari luar Afghanistan selama perang satu dekade.  

Pakistan telah menutup perbatasan ke Afghanistan atas insiden sebelumnya. Tindakan itu dilakukan untuk meredakan kemarahan masyarakat Pakistan. Sejauh ini, Islamabad menolak untuk mengambil bagian dalam penyelidikan AS ke dalam serangan udara yang mematikan November, dan memutuskan untuk memboikot Konferensi Bonn yang membahas masa depan Afghanistan, awal bulan ini. [AFP/BBC/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN