SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 3 September 2014
Pencarian Arsip

Pake Kacamata Gelap, Nunun Ditegur Hakim
Senin, 26 Maret 2012 | 13:07

Nunun Nurbaeti [google] Nunun Nurbaeti [google]

[JAKARTA] Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Sudjatmiko menegur terdakwa kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Nunun Nurbaetie dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Senin (26/3).

Sudjatmiko menegur Nunun karena mengenakan kacamata gelap dengan warna cokelat ketika sidang tengah berlangsung.

"Tolong saudara terdakwa, agar kacamatanya dilepas," kata Sudjatmiko, Senin (26/3).

Atas peringatan tersebut, Nunun sontak melepas kacamata yang dikenakannya. Sedangkan, salah satu penasehat hukumnya, Mulyaharja, langsung mengungkapkan alasan kliennya mengenakan kacamata dalam sidang.

Menurut Mulyaharja, Nunun mengenakan kacamata lantaran sejak semalam sedang tidak enak badan.

Mendengar alasan tersebut, Sudjatmiko mengemukakan tidak melarang. Dengan catatan karena alasan kesehatan dari terdakwa.

"Tetapi, jika itu dipakai untuk menutupi ekspresi, itu dilarang. Silahkan terdakwa mengenakan kacamata jika memang untuk alasan kesehatan," ujar Sudjatmiko.

Seperti diketahui, Nunun memang kerap sekali terlihat mengenakan kacamata berwarna cokelat. Setelah ditelusuri, ternyata istri mantan Wakapolri, Adang Daradjatun tersebut tidak tahan dengan lampu kamera. Sehingga, harus mengenakan kacamata dengan warna gelap.

Nunun didakwa memberikan cek pelawat senilai Rp 20,85 miliar kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004 terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) tahun 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Gultom.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), jumlah cek pelawat yang dimiliki oleh Nunun sebanyak 480 lembar senilai Rp 24 miliar. Tetapi, yang diketahui dibagikan hanyalah sebesar Rp 20,85 miliar. Namun, belum diketahui dari mana asal cek pelawat sebanyak itu. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»