SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 17 September 2014
Pencarian Arsip

Pabrik Gula Komering Memproduksi 120.000 Ton/Tahun
Selasa, 26 Juli 2011 | 17:22

Ilustrasi gula pasir [google] Ilustrasi gula pasir [google]

[PALEMBANG] Sebuah perusahan perkebunan tebu PT Laju Perdana Indah (LPI) yang memiliki lahan seluas 22.000 hektar di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatra Selatan, kini telah mulai menuai hasil. Sebuah pabrik gula berkapasitas besar juga telah selesai pembangunannya dan sudah pula mulai berproduksi.

”Diperkirakan produksinya mencapai 120.000 ton per tahun,”ujar Direktur Operasional, Irsan Syamsudin yang didampingi oleh Manager Lapangan PT LPI, Ishar Hadi kepada wartawan Selasa (26/7) di Palembang. 

Pembangunan perkebunan sekaligus pabrik gula kristal PT LPI yang masih satu group dengan Indofood tersebut, telah menanamkan investasi yang mencapai Rp 2 trilun dan menyedot 22.000 orang tenaga kerja tetap dan harian.

 “Kita akan mengutamakan karyawan harian utamanya dari daerah setempat yakni dari OKU Timur mencapaib 51 persen, dan di tambah daerah lain Sumsel  24 persen dan  24 persen lainnya dari luar Sumsel,”ujar Irsan.

Dikatakan, bahwa produksi gula putih milik LPI ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gula nasional yang diperkirakan masih mengalami kekurangan mencapai 1,4 juta ton lagi dari jumlah 4 juta ton kebutuhan gula pasir nasional.

”Kebutuhan nasional kan baru 1,6 juta ton terpenuhi. Kita berharap dapat memenuhi kekurangan tersebut,”ujar Irsan.

PT LPI menurutnya, akan berusaha untuk memproduksi gula yang lebih baik sesuai standar internasional dengan mutu terjami. Gula yang dihasilkan akan lebih putih sesuai dengan permintaan pasar yang memutuhkan jenis tersebut.

Dikemukakan, bahwa pihak PT LPI akan memproduksi gula dalam kantong berjumlah 50 kg, namun tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada juga kantong kecil yang dapat dibeli langsung oleh masyarakat sebagaimana juga gula kemasan lainnya yang telah terlebih dahulu beredar di pasaran.

Pihak LPI, merasa perlu juga untuk membuat nama gula yang akan memenuhi pasar dengan membuat nama daerah dimana produksi berlangsung yaitu dengan membuat nama Gula Komering.

“Nama ini diharapkan dapat membuat gula daerah perusahan kami lebih dikenal dengan menyebut gula komering. Harapan kita begitu,”ujar Irsan bersama Ishar Hadi.

Untuk pasar yang akan menjadi sasaran, ujar Irsan, lebih mengutamakan daerah Sumatra Selatan.

 “Bukan berarti tidak memenuhi kebutuhan daerah luar Sumsel, tetapi bila pasar Sumsel telah terpenuhi, barulah kita mengirim ke daerah lain,”katanya, sembari menambahkan bahwa pihak perusahaan sangat komit dengan memenuhi kebutuhan lokal Sumsel tersebut.

Dikatakannya, bahwa perusahan ini sangat berharap untuk mendapat dukungan masyarakat Sumsel, karena pihaknya telah berkomitmen untuk menjadi salah satu primadona perusahaan gula di daerah ini, dengan tidak hanya mengandalkan pasar semata tetapi juga berkomitmen untuk mengutamakan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat OKU Timur dan Sumsel sendiri.

“Sangat banyak karyawan yang kita butuhkan. Ini kesempatan bagi tenaga kerja terutama mereka yang akan melakukan panen dan pengolahan. Kita akan memberikan porsi besar. Malah 30 desa yang ada mengeleilingi pabrik, tak mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Karenanya, kita tengah mencari terus di daerah lain di OKU Timur dan Sumsel sendiri,”ujar Ishar Hadi.

Pihaknya juga berharap memperoleh dukungan, karenan nantinya pabrik ini dapat menjadi aset daerah hingga ratusan tahun ke depan.”Kita berharap ini menjadi perusahaan milik masyarakat Sumsel,”ujar Irsan menambahkan.[133]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»